Selasa, 20 Des 2016 12:35 WIB

Waspada Flu Burung, Korea Selatan dan Jepang Musnahkan Hampir 20 Juta Unggas

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto ilustrasi pemusnahan unggas: Bisma Alief/detikcom
Jakarta - Negara-negara Asia Timur seperti Jepang dan Korea Selatan sedang menghadapi wabah flu burung terburuk sepanjang sejarah. Hal ini membuat otoritas setempat memusnahkan unggas sebagai langkah pencegahan agar penyakit tidak menyebar.

Kementerian Pertanian Korea Selatan pada Senin (19/12) lalu mengatakan sekitar 2,4 juta unggas sudah dimusnahkan. Sehingga total sudah ada 18,4 juta unggas yang dimusnahkan sejak wabah flu burung terjadi pada pertengahan bulan November lalu.

"Virus yang menyerang saat ini adalah H5N6 yang lebih berbahaya dan lebih menular pada unggas daripada H5N8 yang mewabah pada 2014 dan 2015 lalu," tutur juru bicara Kementerian Pertanian Korea Selatan dalam keterangannya, dikutip dari Reuters.

Baca juga: Pecinta Burung Tiba-tiba Jadi Pikun? Mungkin Gara-gara Infeksi Langka Ini

Kementerian Pertanian Korea Selatan juga mengonfirmasi bahwa virus yang mewabah di peternakan ditularkan oleh migrasi burung liar. Hal ini dibuktikan oleh virus H5N6 yang ditemukan dalam sampel feses burung liar di dekat peternakan di Pohang, Korea Selatan.

Selain Korea Selatan, negara tetangganya Jepang juga mengalami wabah yang sama. Otoritas Jepang baru saja memusnahkan sekitar 210.000 ayam dari sebuah peternahan di kota Shimizu, sebelah utara pulau Hokkaido. Sejak wabah menyerang di awal November, total sudah ada 800.000 ayam yang dimusnahkan.

Wabah flu burung tidak hanya terjadi di Asia TImur. Sebelumnya diberitakan, Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) memprediksi adanya migrasi burung besar-besaran di Eropa dan Amerika. Hal ini berkaitan dengan risiko peningkatan kasus flu burung.

Matthew Stone, Deputy Direktor General dari OIE mengatakan adanya migrasi ini berkaitan erat dengan risiko peningkatan kasus flu burung di Amerika Utara dan Eropa. Peningkatan kasus diprediksi berlangsung dalam beberapa minggu ke depan hingga akhir tahun ini.

"Dari laporan yang masuk kami memprediksi akan adanya laporan lain yang serupa. Kami harap kasus flu burung hanya akan terjadi pada burung liar namun kami sudah meminta para peternakan unggas untuk waspada terhadap penyebaran penyakit ini," tutur Stone.

Baca juga: Kemudahan Akses Transportasi Berdampak pada Maraknya Penyakit Infeksi Dunia

(mrs/up)