Selasa, 27 Des 2016 16:10 WIB

Kaleidoskop 2016

April: Jualan Suplemen Herbal Berbalut Pemeriksaan Darah Tak Jelas

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - April silam seorang pembaca detikHealth bernama Budi mengaku was-was saat didatangi dua orang tak dikenal. Mereka bukan tenaga kesehatan, akan tetapi mendatangi rumah warga dan melakukan pemeriksaan Live Blood Analysis (LBA) dengan biaya Rp 50.000 per pasien.

Ketika warga Kebayoran Lama, Jakarta Selatan menanyakan latar belakang mereka, keduanya mengaku bukan dokter, melainkan hanya pernah mendapatkan pelatihan LBA. Akan tetapi mereka juga memberikan anjuran serta resep layaknya dokter.

Anjurannya sendiri terdengar kurang ilmiah, seperti memperbanyak minum air putih, kurangi makanan berlemak dan berprotein tinggi serta makanan dengan MSG, termasuk sering-sering mandi dengan air pandan wangi. Belakangan keduanya dilaporkan berjualan suplemen herbal.

Namun yang dicemaskan Budi bukanlah 'kedok' si petugas, melainkan kompetensi mereka dalam melakukan tes darah dan memberikan sejumlah anjuran kesehatan.

"Rasanya sangat berbahaya. Sementara seorang dokter saja bisa salah dalam analisa, apalagi bukan dokter. Hal ini sangat membahayakan jika kebetulan saran dan nasihat mereka kepada terperiksa dipercaya begitu saja," kata Budi seperti diberitakan sebelumnya.
April: Jualan Suplemen Herbal Berbalut Pemeriksaan Darah Tak JelasHasil tes LBA (Foto: Budi/pembaca detikHealth)

Baca juga: Banyak Tawaran Cek Darah ke Rumah-rumah, Kemenkes Sarankan Hati-hati

Ketika dimintai keterangan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengaku belum pernah memberikan izin untuk layanan semacam itu. Wakil Kepala Dinkes DKI Jakarta, Khofifah Any meminta masyarakat berhati-hati. Kalaupun ada, pihaknya hanya memberikan izin terhadap layanan yang telah terseleksi terlebih dahulu dan sudah diuji hasil serta manfaatnya.

"Kita imbau masyarakat agar jangan serta merta menyerap semua informasi yang ada. Pastinya harus dilihat dulu. Pertama, itu legal atau nggak, itu berizin atau nggak, itu benar atau enggak. Lebih baik untuk kontrol kesehatan pergi saja ke fasilitas kesehatan yang resmi," tegas Khofifah dalam kesempatan terpisah.

Ditambahkan Dr dr Em Yunir, SpPD-KEMD, FINASIM dari Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RS Cipto Mangunkusumo, anjuran yang diberikan kedua petugas tersebut juga tidak terbukti secara medis.

"Sama seperti dukun ya? Seperti tebak-tebakan saja. Kan mereka bukan tenaga kesehatan. Kok bisa-bisanya menginterpretasikan hasil cek darah, lalu memberikan anjuran seperti itu. Mereka kan bukan expert-nya," pungkas dr Yunir.

Tentang metode tes darah LBA sendiri, pakar hematologi dari RS Kanker Dharmais, Dr Ronald Hukom, SpPD-KHOM memang mengaku pernah mendengar metode tersebut. Akan tetapi belum ada data pendukung yang valid untuk membuktikan manfaatnya.

Baca juga: Dinkes DKI Tidak Keluarkan Izin Layanan Cek Darah ke Rumah-rumah
April: Jualan Suplemen Herbal Berbalut Pemeriksaan Darah Tak JelasAnjuran yang diberikan oleh petugas (Foto: Budi/pembaca detikHealth)
(lll/vit)