Kamis, 29 Des 2016 15:36 WIB

Kaki Pincang dan Riwayat Sakit Ginjal si Perampok Sadis

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: Dok. Istimewa Foto: Dok. Istimewa
Jakarta - Salah satu pelaku perampokan berdarah di Pulomas, Jakarta Timur, Ramlan Butarbutar tertangkap kamera CCTV berjalan pincang. Dalam keterangannya, polisi menyebut Ramlan pincang karena memiliki riwayat penyakit ginjal.

"Yang bersangkutan kalau berjalan pincang, pincang karena mempunyai penyakit ginjal, jadi kita tahu ciri-cirinya," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan saat menjelaskan mengapa polisi memastikan Ramlan sebagai salah satu pelaku perampokan berdarah di Pulomas.

Dari rekaman CCTV, memang Ramlan terlihat berjalan dengan pincang. Namun menurut Prof Dr dr Suhardjono, SpPD-KGH, KGer, hal tersebut tidak lantas dihubungkan dengan riwayat penyakit yang dimiliki seseorang. Bisa saja menurutnya, seseorang yang pincang disebabkan oleh hal lain.

Baca juga: Foto Pembunuhan Sadis di Pulomas Tersebar, Apa Dampak Bila Dilihat Anak?

"Misalnya dia pernah punya riwayat cedera habis kecelakaan, lalu jadi pincang. Kan itu nggak ada kaitannya dengan riwayat penyakit ginjal," tuturnya saat dihubungi detikHealth.

Hal senada dikatakan oleh Prof Dr dr Rully Roesli, SpPD-KGH, yang juga seorang konsultan ginjal dan hipertensi. Pincang yang terjadi pada pasien ginjal tidak selalu berhubungan dengan penyakit ginjal itu sendiri. Misalnya, pasien memiliki rematik dan asam urat tinggi, dan mengalami komplikasi ke ginjal.

"Jadi dia udah duluan sakit rematiknya, atau asam uratnya tinggi, baru kena ginjal. Makanya jalannya pincang. Kalau sakit ginjal nggak akan menyebabkan nyeri yang membuat orang pincang," tandasnya.

Memang ada risiko pasien ginjal mengalami kekurangan kalsium akibat fungsi ginjal yang menurun. Hal ini menyebabkan tulangnya menjadi lemah dan mudah keropos. Namun menurut Prof Rully, hal ini jarang terjadi dan membutuhkan waktu yang lama.

Sebagai catatan, pasien penyakit ginjal biasanya memiliki kaki yang bengkak. Sebagian kecil kasus akan membuat seseorang sulit berjalan. Hanya saja, bengkak terjadi di kedua kaki sehingga bukannya pincang, pasien penyakit ginjal terlihat menyeret kedua kakinya.

"Kalau fungsi ginjal menurun itu kakinya bengkak dua-duanya. Kalau satu saja kemungkinan besar jantung atau deep vein trombosis (penyumbatan pembuluh darah di kaki akibat pembekuan darah abnormal)," tandas Prof Suhardjono.

Aksi 'Kapten Pincang' Pelaku Perampokan Sadis di Pulomas Bisa Disimak di Video Berikut:


Baca juga
: Ini yang Dialami Tubuh Sehingga Kekurangan Oksigen Bisa Mematikan (mrs/up)
News Feed