Berbagai Penyebab Orang Dewasa Ngompol di Celana

Berbagai Penyebab Orang Dewasa Ngompol di Celana

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Minggu, 01 Jan 2017 17:13 WIB
Berbagai Penyebab Orang Dewasa Ngompol di Celana
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Ngompol di celana adalah hal yang wajar pada anak-anak yang belum mengenal toilet training. Tapi jika terjadi pada orang dewasa, kondisi ini tidak hanya memalukan tetapi juga bisa menandakan adanya masalah kesehatan.

Baru-baru ini, salah satu tersangka perampokan disertai pembunuhan sadis di Pulomas Jakarta Timur, yakni Ius Pane, kedapatan meninggalkan genangan air di tempatnya berdiri. Aviation Security Angkasa Pura II, Dwi Ronaldo P menyebut bahwa sang bandit telah mengompol.

"Ius Pane ngompol," kata Dwi seusai konferensi pers di tempat tersebut, seperti dikutip dari detiknews.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ius mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma setelah ditangkap di Medan, Sumatra Utara. Bersama ketiga rekannya, ia melakukan perampokan di rumah Ir Dodi Triono dan menyekap 11 orang dalam ruangan sempit selama berjam-jam. Sebanyak 6 orang di antaranya akhirnya meninggal kehabisan oksigen.

Di dunia medis, mudah mengompol sering dikaitkan dengan gangguan yang disebut inkontinensia urine. Bukan sebuah penyakit memang, melainkan gejala yang bisa mengindikasikan berbagai masalah kesehatan.

Baca juga: Sering Kelepasan Ngompol Saat Tertawa atau Bersin, Bagaimana Mengatasinya?

Secara umum, inkontinensia urine ada 2 macam yakni temporer jika berlangsung hanya dalam kurun waktu tertentu, dan persisten jika terjadi terus menerus. Beberapa kondisi yang berhubungan dengan keduanya adalah sebagai berikut, disarikan dari Mayoclinic.

1. Infeksi saluran kemih

Foto: thinkstock
Infeksi pada saluran kemih bisa menyebabkan iritasi pada kandung kemih, sehingga seseorang jadi lebih sering merasa ingin pipis. Jika tidak tertahankan, maka risikonya adalah mengompol. Biasanya disertai juga dengan rasa sakit saat kencing. Sering ngompol akibat infeksi biasanya bersifat temporer, dan akan berhenti ketika infeksinya teratasi.

2. Kehamilan

Foto: thinkstock
Pada perempuan, kehamilan bisa memicu inkontinensia dan kadang-kadang juga mengompol. Selain karena faktor hormonal, perubahan struktur anatomi di sekitar panggul membuat kandung kemih terdesak sehingga kapasitasnya berkurang. Rasa ingin pipis jadi lebih sulit ditahan. Beberapa perempuan mengalaminya hanya saat hamil, namun sebagian lainnya berlanjut hingga setelah melahirkan.

3. Gangguan prostat

Foto: ilustrasi/thinkstock
Pada laki-laki, perbesaran prostat atau prostatic hyperplasia maupun kanker prostat bisa menyebabkan kandung kemih terdesak dan memicu inkontinensia urine. Selain itu, beberapa jenis obat untuk kanker prostat juga memiliki efek samping mudah mengompol.

4. Gangguan saraf

Foto: Getty Images
Penyakit-penyakit yang berhubungan dengan sistem saraf seperti Multiple sclerosis, Parkinson, stroke, tumor otak, maupun cedera tulang belakang bisa memicu inkontinensia urine. Pengiriman sinyal untuk mengontrol pengosongan kandung kemih butuh sistem saraf yang berfungsi dengan baik, dan penyakit-penyakit tersebut bisa menyebabkan gangguan persinyalan.
Halaman 2 dari 5
Infeksi pada saluran kemih bisa menyebabkan iritasi pada kandung kemih, sehingga seseorang jadi lebih sering merasa ingin pipis. Jika tidak tertahankan, maka risikonya adalah mengompol. Biasanya disertai juga dengan rasa sakit saat kencing. Sering ngompol akibat infeksi biasanya bersifat temporer, dan akan berhenti ketika infeksinya teratasi.

Pada perempuan, kehamilan bisa memicu inkontinensia dan kadang-kadang juga mengompol. Selain karena faktor hormonal, perubahan struktur anatomi di sekitar panggul membuat kandung kemih terdesak sehingga kapasitasnya berkurang. Rasa ingin pipis jadi lebih sulit ditahan. Beberapa perempuan mengalaminya hanya saat hamil, namun sebagian lainnya berlanjut hingga setelah melahirkan.

Pada laki-laki, perbesaran prostat atau prostatic hyperplasia maupun kanker prostat bisa menyebabkan kandung kemih terdesak dan memicu inkontinensia urine. Selain itu, beberapa jenis obat untuk kanker prostat juga memiliki efek samping mudah mengompol.

Penyakit-penyakit yang berhubungan dengan sistem saraf seperti Multiple sclerosis, Parkinson, stroke, tumor otak, maupun cedera tulang belakang bisa memicu inkontinensia urine. Pengiriman sinyal untuk mengontrol pengosongan kandung kemih butuh sistem saraf yang berfungsi dengan baik, dan penyakit-penyakit tersebut bisa menyebabkan gangguan persinyalan.

(up/vit)

Berita Terkait