Sebuah penelitian dilakukan pada 3.000 orang dewasa di Amerika Serikat. Dalam waktu 10 hari setelah Natal, didapati peningkatan berat badan rata-rata 0,6 persen dibandingkan 10 hari sebelum Natal.
Pengamatan menunjukkan hanya sebagian kecil partisipan yang mengalami penurunan berat badan segera setelah libur berakhir. Sisanya, berat badan baru turun pada musim panas yang jatuh sekitar pertengahan tahun atau 6 bulan sesudahnya. Itu pun, teramati hanya turun setengah dari total peningkatan berat badan selama libur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Libur Panjang, Berat Badan Rata-rata Meningkat Hingga 0,6 Persen
Untuk membakar sekian banyak kalori, dibutuhkan aktivitas fisik yang cukup. Sebagai perbandingan, RSPH menyebut kalori dalam segelas wine butuh jalan kaki selama 44 menit untuk terbakar habis. Padahal selama libur, gaya hidup cenderung serba santai dan malas-malasan.
Walau butuh waktu lama, penurunan berat badan harus tetap diprioritaskan. Para pakar kesehatan sepakat, berat badan yang terlalu gemuk merupakan faktor risiko utama berbagai masalah jantung dan pembuluh darah. Risiko mengalami stroke dan serangan jantung cenderung lebih tinggi pada orang-orang dengan masalah obesitas.
Simak kata dokter tentang kegemukan dan risiko penyakit jantung dalam video berikut ini:
Baca juga: Akhir Tahun Adalah Waktu Terbaik untuk Olahraga, Ini Alasannya (up/vit)











































