Dalam hal ini terdapat anggapan bahwa warna kotoran telinga dapat menunjukkan tingkat kesehatan seseorang. Namun hal ini tidaklah benar. Sebenarnya serumen sendiri berasal dari getah telinga yang berfungsi sebagai proteksi dan lubrikasi (pelumas), melindungi telinga dari infeksi atau benda asing yang masuk ke dalam rongga telinga.
Baca juga: 'Wujud' Kotoran Telinga Seperti Ini Bisa Cerminkan Kondisi Kesehatan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Idealnya, kata dr Dito, membersihkan telinga itu minimal 2-3 minggu sekali. Terkait hal itu, kebanyakan orang masih sering memasukkan jari kelingkingnya untuk membersihkan telinga.
Asal tahu saja, itu justru yang membuat kotoran telinga semakin menumpuk di dalam rongga telinga, bahkan apabila lama tidak dibersihkan maka kotoran telinga berubah warna menjadi lebih gelap.
Kondisi tersebut merupakan salah satu proses penyebabnya infeksi. Jika dibiarkan akan menimbulkan beragam masalah seperti telinga berdenging, sulit mendengar, keluar cairan, terasa nyeri, berbau busuk, dan juga sakit kepala.
Bila sudah terjadi seperti ini, dr Dito menyarankan untuk segera diperiksakan ke tenaga ahli seperti dokter umum atau dokter keluarga. "Bila ada impaksi serumen, maka dipersilakan berkonsultasi ke dokter umum atau dokter keluarga terlebih dahulu, apakah perlu dirujuk ke dokter spesialis THT," pungkas dr Dito.
Baca juga: Sering Dilakukan, Tapi Cara Bersihkan Kotoran Telinga Begini Tak Dianjurkan
(hrn/vit)











































