Namun beberapa orang mungkin sulit paham seperti apa sebetulnya tanda pada payudara yang perlu diwaspadai. Oleh karena itu gerakan kampanye know your lemons membuat sebuah gambar ilustrasi kanker pada buah lemon yang disebarkan lewat media sosial.
Penggagas kampanye Corrine Beaumont mengatakan lemon dipakai menjadi metafora karena mudah dipahami oleh semua orang. Dalam gambar selusin lemon, Corrine membuat penjelasan visual yang bersahabat tentang kanker payudara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seringnya wanita yang digambarkan dalam kampanye tidak seperti wanita pada umumnya. Lewat gambar ini mereka dengan kemampuan literasi yang rendah juga bisa paham," kata Corrine seperti dikutip dari BBC, Senin (16/1/2017).
Sebagai contoh bahwa kerasnya benjolan kanker sering disebut berbeda dengan benjolan getah bening di payudara. Nah dalam salah satu ilustrasinya Corrine mengumpamakan benjolan kanker seperti biji lemon sementara kerasnya benjolan getah bening seperti kacang lunak.
"Benjolan kanker itu umumnya keras dan tidak bisa digerakkan seperti biji lemon," tulis Corrine.
"Ini adalah cara yang mudah untuk mempelajari tentang dasar-dasar kanker payudara," lanjutnya.
Sejauh ini gambar ilustrasi lemon oleh Corrine telah diterjemahkan ke 16 bahasa dan dipakai untuk mengedukasi orang-orang di Amerika Serikat, Spanyol, Turki, dan Lebanon. Di Facebook sendiri hanya dalam waktu beberapa hari ilustrasi telah dibagikan oleh lebih dari 34 ribu pengguna.
Ya, bentuk tiap payudara itu berbeda. Karena itu setiap perempuan perlu mengenali kondisi payudaranya dengan baik. Selain itu perlu tahu tanda-tanda kanker payudara yang bisa membuat payudaranya berubah.
Agar mengetahui jika ada yang tidak beres dengan payudaranya, kaum perempuan dianjurkan untuk rutin memeriksa payudara sendiri (SADARI). Dr dr Andhika Rachman, SpPD, dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengatakan jika dari SADARI menemukan ada masalah, maka harus segera periksa ke dokter.
"Jika ditemukan gangguan atau masalah pada payudara, sebaiknya segera periksa ke dokter. Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut berupa USG payudara," kata dr Andhika.
Baca juga: Kena Kanker Payudara di Usia 17 Tahun, Begini Kisah Ratri (fds/vit)











































