Rabu, 18 Jan 2017 14:00 WIB

Jangan Salah, Gangguan Makan Tetap Bisa Dialami Saat Usia Paruh Baya

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Gangguan makan atau eating disorder kerap kerap terjadi pada remaja yang terlalu memerhatikan bentuk tubuh. Namun studi mengungkap bukan remaja saja yang berisiko.

Dr Nadia Micali dan rekan-rekannya melakukan penelitian kepada 5.658 wanita Inggris untuk melihat risiko gangguan makan di usia paruh baya, yakni usia 40 hingga 50 tahun. Ditemukan bahwa sekitar 15,3 persen partisipan pernah atau masih mengalami gangguan makan dalam hidupnya.

"Banyak dari partisipan yang mengalami gangguan makan menyebut ini pertama kalinya mereka bicara soal kondisinya. Mereka tidak tahu bahwa mereka mengidap gangguan makan dan akhirnya tidak mencari bantuan," tutur Nadia, dikutip dari BBC.

Baca juga: Alis dan Rambut Menipis karena Rontok, Pertanda Alopecia Areata?

Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal BMC Medicine, peneliti menyebut ada beberapa sebab mengapa seseorang bisa mengalami gangguan makan di usia paruh baya. Pertama, mereka memiliki faktor risiko saat muda dan baru menjadi penyakit saat paruh baya.

Hal ini rentan dialami oleh perempuan yang pernah mengalami kekerasan seksual, berasal dari keluarga broken home dan tidak memiliki sosok ibu yang baik. Menurut Nadia, kondisi-kondisi ini berhubungan dengan pengendalian diri yang tidak sempurna, menyebabkan seseorang lebih mudah mengalami gangguan makan.

Faktor kedua adalah munculnya penyakit kronis. Sebagian partisipan mengalami menopause dini, penyakit metabolik seperti diabetes dan tekanan darah tinggi serta kelebihan berat badan yang berujung pada gangguan hormon. Gangguan hormon inilah yang menyebabkan terjadinya gangguan makan.

Tom Quinn dari Beat, yayasan amal yang fokus menangani kasus gangguan makan, menyebut penelitian Nadia dan rekan-rekannya membantah mitos yang menyebut gangguan makan hanya menyerang remaja. Adanya stereotipe seperti inilah yang membuat gangguan makan pada orang dewasa sulit dikenali dan ditangani.

"Dan satu lagi, gangguan makan tidak hanya menyerang wanita. Sekitar 15 persen dari orang yang datang ke kami adalah pria yang sudah berusia lebih dari 40 tahun," paparnya.

Baca juga: Bukan 'Comfort Food', Stres Tak Berkesudahan Itu Obatnya 'Superfood' (mrs/up)