Tapi menurut para peneliti ada ciri-ciri tertentu dari fenomena jatuh cinta yang sudah terbukti secara ilmiah. Antropolog Helen Fisher dari Rutgers University mengatakan dalam studinya bahwa jatuh cinta membawa beberapa dampak ke otak yang berbeda dari nafsu atau pada fase hubungan komitmen jangka panjang.
Dikutip dari berbagai sumber setidaknya berikut 10 tanda ciri khas jatuh cinta:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Orang ini spesial
|
Foto: Thinkstock
|
Hal ini dikatakan oleh Fisher karena ada peningkatan kadar hormon dopamin pada otak. Pelepasan dopamin dapat membuat seseorang merasa senang, nyaman, serta meningkatkan fokus atensi.
2. Dia sempurna
|
Foto: Thinkstock
|
Fisher mengatakan sekali lagi hal ini karena ada peningkatan hormon dopamin. Ditambah juga ada pelapasan hormon norepinefrin yang diasosiasikan dengan peningkatan memori otak.
3. Mood swing
|
Foto: thinkstock
|
Ketidakstabilan emosi ini digambarkan oleh peneliti serupa seperti perilaku seorang pecandu narkoba. Terbukti dari hasil pemindaian yang melihat bahwa ketika seseorang ditunjukkan foto sang pujaan hati ada aktivitas pada otaknya yang menyala seperti pada otak pecandu.
4. Semakin tertarik usai konflik
|
Foto: thinkstock
|
Saat sedang konflik hormon dopamin yang biasanya meningkat ketika berinteraksi dengan pujaan hati menjadi tertahan. Namun begitu konflik selesai bagian otak yang memproduksi dopamin menjadi lebih produktif.
5. Terobsesi
|
Foto: thinkstock
|
Halaman 4 dari 6











































