Kesimpulan ini diperoleh tim peneliti dari Jagiellonian University Medical College di Polandia dengan melibatkan 2.369 wanita dan 215 pria.
Masing-masing diperlihatkan foto-foto pria bertato dan yang tidak, lalu mereka diminta memberikan penilaian, di antaranya soal ketampanan, maskulinitas, dominasi, dan agresivitas hingga kondisi kesehatan mereka dilihat dari fotonya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jawabannya cukup mengejutkan. Pria bertato tak lagi dianggap lebih menarik oleh kebanyakan wanita. Akan tetapi mereka meyakini jika pria bertato lebih maskulin dan dominan.
Baca juga: 5 Risiko Kesehatan yang Harus Dipikirkan Sebelum Bikin Tato
Menariknya, para responden pria menunjukkan jawaban yang berbeda. Menurut mereka, pria bertato lebih atraktif ketimbang pria tanpa tato. Setelah diselidiki, ini karena bagi mereka, pria bertato menjadi pesaing utama mereka saat mengambil hati lawan jenis.
Namun untuk urusan memilih pasangan seumur hidup, banyak responden wanita yang menghindari pria bertato. Mereka merasa pria bertato tak bisa jadi pasangan dan ayah yang baik untuk anak-anak mereka.
Seperti dilaporkan Ask Men, pria bertato dianggap masih memiliki imej 'anak nakal' sehingga tidak cocok untuk hubungan jangka panjang.
Nyatanya menjadi pria macho tidak selamanya baik, utamanya bagi kesehatan. Disebutkan dalam sebuah penelitian dari Rutgers University, pria maskulin menganggap dirinya lebih kuat sehingga mereka mengabaikan perubahan tak biasa di tubuhnya. Padahal itu bisa berarti gejala penyakit.
Terkesan sepele tetapi kondisi ini bisa turut mempengaruhi risiko keparahan penyakit yang diidap si pria macho. Bahkan peneliti juga mengatakan ini adalah salah satu sebab angka harapan hidup pria lebih rendah lima tahun ketimbang wanita.
Baca juga: Yuk Ketahui Cara Kerja Terapi Laser untuk Bantu 'Hilangkan' Tato
(lll/vit)










































