ADVERTISEMENT

Selasa, 24 Jan 2017 12:00 WIB

Kisah Pria Berwajah Kakek-kakek yang Meninggal di Usia 20 Tahun

Nurvita Indarini - detikHealth
Foto: Instagram jamiemadley
Ontario, Kanada - Pria ini lahir dengan kondisi langka. Kondisi yang membuat penampilannya terlihat jauh lebih tua dari usia sebenarnya. Kemudian dia meninggal di usia 20 tahun.

Pria bernama Devin Scullion asal Kanada itu memiliki kondisi langka yang disebut progeria atau Hutchinson-Gilford Progeria Syndrome (HGPS). Seperti anak-anak lain dengan kondisi ini, Devin menunjukkan tanda penuaan yang lebih cepat di masa kanak-kanaknya.

Mereka yang memiliki progeria diperkirakan hanya bisa bertahan hidup sampai usia 14 tahun. Karena itu itu Devin yang bisa mencapai usia 20 tahun dianggap sebagai suatu keajaiban.

Sebelumnya, selama 7 tahun Devin terlibat dalam penelitian klinis Boston Children's Hospital, terkait uji coba obat Lonafarnib.

Kabar duka kematian Devin disampaikan sang ibu, Jamie Madley, melalui Twitter dan Instagram-nya pada 23 Januari 2017. "Selalu di hatiku. Esok tidak akan sama lagi tanpamu, terimakasih sudah mengizinkanku untuk menjadi ibumu," begitu tulis Jamie sembari berharap anaknya beristirahat panjang dengan damai.

Baca juga: Progeria Bikin Bayi Baru Lahir Ini Tampak Seperti Kakek-kakek

Kabar sedih itu tak hanya dirasakan orang-orang dekat Devin dan ibunya, tetapi juga orang-orang yang selama ini mengikuti kisah Devin. "Turut berduka dengan kehilangan ini. Saya mengikuti kabar Anda berdua selama tiga tahun ini dan yang Anda berdua lakukan turut menceriakan hari saya. Semoga Anda dan keluarga diberi kekuatan melalui masa-masa yang sulit," komentar salah satu pengguna Instagram.

Devin Scullion yang lahir dengan kondisi langka, progeria (Foto: Twitter Jamiemadley) Foto: Instagram jamiemadleyDevin Scullion yang lahir dengan kondisi langka, progeria (Foto: Twitter Jamiemadley)
Anak yang mengalami progeria umumnya terlihat normal saat lahir dan di awal-awal kehidupannya.Namun, mereka kemudian mengalami gagal tumbuh. Karakteristik wajah yang dialami pasien progeria misalnya mata menonjol, hidung tipis dengan ujung yang berparuh, bibir tipis, dagu kecil, dan telinga yang menonjol. Progeria juga bisa menyebabkan rambut rontok, kulit keriput, kelainan sendi, dan hilangnya lemak di bawah kulit.

Meski demikian, kondisi ini tidak mempengaruhi perkembangan intelektual atau motorik yang bersangkutan. Akan tetapi orang dengan progeria bisa mengalami pengerasan arteri yang parah sejak masa kanak-kanak yang menambah risiko mereka terkena serangan jantung atau stroke di usia muda. Inilah alasan mengapa orang-orang dengan progeria diperkirakan tidak berumur panjang.

Menurut Progeria Research Foundation, kondisi tersebut mempengaruhi sekitar satu dari 20 juta orang. Diperkirakan ada 350-400 anak dari berbagai penjuru dunia yang hidup dengan kondisi tersebut.

Baca juga: Tua Sebelum Waktunya, Gadis 14 Tahun Tubuhnya 105 Tahun (vit/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT