Ketua YKPI, Linda Gumelar, mengatakan kehadiran rumah singgah YKPI dimaksudkan untuk mempermudah pasien dari luar Jakarta yang harus menjalani pengobatan kanker. Sehingga, pasien tak perlu lagi dipusingkan dengan biaya ekstra untuk tempat tinggal, transportasi dan biaya hidup.
"Misalnya yang harus menjalani terapi sinar atau radiasi 30 kali, setiap hari. Kalau dia rumahnya di Bekasi kan repot harus bolak-balik. Makanya rumah singgah YKPI hadir supaya pasien kanker payudara makin mudah berobat," tutur Linda, ditemui di acara peresmian rumah singgah YKPI, Jl Anggrek Neli Murni, No A38, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (1/2/2017).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena kalau dia bolak-balik atau ngekos kan biaya transportasi. Nanti anaknya yang nganterin, jadinya gak bisa kerja, nggak bisa ngurus cucunya. Pasien bisa saja stres, dan memilih tidak melanjutkan pengobatan karena alasan-alasan tersebut," paparnya lagi.
Rumah singgah YKPI terdiri dari dua tingkat dengan total 4 ruangan kamar, 5 kamar mandi, ruang tamu, ruang tengah, dapur serta halaman yang cukup luas. Kapasitasnya pun cukup besar dengan 28 tempat tidur yang bisa digunakan oleh satu pasien plus satu pendamping.
Baca juga: Sejak Kena Kista Payudara, Perempuan Ini Jadi Gemar Makan Sayur
Tidak semua pasien kanker payudara bisa menempati rumah singgah YKPI. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, seperti:
1. Melampirkan identitas KTP dan mengisi formulir pendaftaran.
2. Memiliki surat keterangan pasien kanker payudara yang dikeluarkan oleh RS Kanker Dharmais, lengkap dengan stadium dan metode pengobatan yang dijalani.
3. Pasien kanker payudara stadium 1,2 dan 3 (bukan dalam kondisi paliatif).
4. Mandiri, dalam artian mampu melakukan aktivitas sehari-hari tanpa bantuan.
5. Tinggal di luar DKI Jakarta, memiliki kesulitan dalam transportasi ke Rumah Sakit dan merupakan anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
6. Bersedia mematuhi tata tertib di Rumah Singgah YKPI dan membayar biaya kebersihan Rp 15.000 per hari untuk satu orang.
Foto: reza |
Nani Firmansyah, Ketua Pengelola Rumah Singgah YKPI mengatakan persyaratan yang ada bukan untuk memberatkan pasien. Namun persyaratan ada untuk memastikan rumah singgah YKPI digunakan oleh yang benar-benar membutuhkan.
"Kita juga nggak kaku banget, bisa fleksibel kok. Dan biaya itu digunakan untuk mengganti biaya kebersihan karena di rumah ini ada dua orang yang bertanggung jawab terhadap kebersihan rumah, juga untuk membayar iuran RT dan lain-lain," paparnya.
Bagi pasien kanker payudara yang sedang berobat di RS Dharmais dan tertarik untuk tinggal di rumah singgah YKPI, Nani mempersilakan untuk menghubunginya di nomor 08161114512. Pendaftaran juga bisa dilakukan dengan langsung mendatangi rumah singgah YKPI di alamat Jl Anggrek Neli Murni, No A38, Slipi, Jakarta Barat,
"Tapi baiknya telepon dulu untuk mengetahui ada kamar yang tersedia atau tidak. Takutnys sudah datang jauh-jauh tapi kamar penuh. Petugas administrasi kami ada di rumah mulai pukul 08.00 hingga 16.00," tutupnya. (mrs/up)












































Foto: reza