Kamis, 02 Feb 2017 17:00 WIB

Kenapa Sakit Gigi Bisa Jadi Mematikan?

Nurvita Indarini - detikHealth
Foto: ilustrasi gigi/thinkstock
Jakarta - Vadim Kondratyuk asal California, Amerika Serikat, meninggal setelah sebelumnya mengeluh sakit gigi. Apakah semua sakit gigi berpotensi mematikan? Yuk simak penjelasan dokter.

Spesialis bedah mulut dan maksilofasial drg Dhanni Gustiana SpBMM menjelaskan rongga mulut merupakan bagian yang paling kotor dari tubuh manusia. Di dalam mulut ada sekitar 500 hingga 1.000 jenis bakteri berbeda. Sementara itu jumlah bakteri dalam mulut bervariasi antara 100 hingga 1 miliar.

"Kalau misalnya rongga mulut kita sehat, bakteri itu berfungsi sebagai flora normal. Namun bila ada kondisi patologis seperti daya tahan tubuh menurun, plak, gigi lubang, penyakit kronis maka ada ketidakseimbangan flora," jelas drg Dhanni dalam perbincangan dengan detikHealth, Kamis (2/2/2017).

Nah, dalam situasi seperti itulah bakteri yang baik menjadi bakteri oportunis. Artinya bakteri baik berubah menjadi jahat.

Baca: Pria Ini Meninggal Gara-gara Sakit Gigi

Kata drg Dhanni, kebanyakan bakteri dalam mulut manusia adalah jenis Streptococcus. Bakteri ini tidak akan menimbulkan masalah bila tidak ada kondisi khusus.

Bila ada gigi yang rusak sampai kemudian terjadi abses, maka akan menjadi tempat berkumpul bakteri. Bakteri ini bisa ikut menjalar ke alirah darah di tubuh, kemudian menetap di bagian tubuh yang lemah.

Pada kasus Vadim, penjalaran bakteri akibat infeksi gigi terjadi di paru-paru. Sehingga dokter menemukan ada banyak cairan di paru-parunya dan membuat yang bersangkutan menjadi susah bernapas. Ketika organ yang terdampak sudah tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya, tentu berisiko terjadi kefatalan.

"Kejadian paling parah adalah kematian," imbuh drg Dhanni.

Baca juga: 10 Makanan dan Minuman Ini Bisa Bikin Anda Sering Pergi Ke Dokter Gigi (2)

(vit/up)