Senin, 06 Feb 2017 15:01 WIB

Manfaat Kegiatan Ekstrakurikuler Bagi Anak Terasa Hingga Dewasa

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan anak tidak hanya bermanfaat untuk mengembangkan minat dan bakat. Pakar mengatakan kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan anak bisa membuatnya menjadi pribadi yang lebih baik.

Peneliti Emily Greenfield dari Rutgers University, Amerika Serikat, mengatakan masa muda bisa jadi saat paling penting bagi anak untuk menemukan perannya di masyarakat. Anak yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler diketahui lebih sering mengikuti kegiatan sosial dan senang membantu orang lain.

"Banyak manfaat yang bisa didapat dengan bergabung ke komunitas, antara lain lebih mudah bersosialisasi, daya tangkap yang lebih baik hingga kesehatan yang optimal," tutur Greenfield, dikutip dari Reuters.

Baca juga: Tak Cuma Rajin Belajar, Olahraga Juga Bisa Bikin Anak Pintar

Penelitian dilakukan dengan mengamati data lulusan Wisconsin High School tahun 1957. Para alumni diminta untuk mengisi survei soal kehidupan sosial mereka saat berusia 36, 54, 65 dan 72 tahun. Hasil survei lalu dibandingkan dengan kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan semasa sekolah.

Diketahui, keaktifan dalam komunitas meningkat di usia 36 tahun dan 54 tahun. Kegiatan komunitas bermacam-macam mulai dari serikat pekerja, klub gereja, asosiasi guru dan orang tua murid hingga yayasan amal.

Hasil penelitian menyebut mereka yang aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler saat sekolah lebih sering tergabung dalam komunitas sosial. Mereka juga diketahui memiliki kemampuan sosial yang lebih baik dan lebih senang menghadiri acara-acara amal.

Greenfield mengatakan bergabung dalam komunitas sangat penting bagi lansia. Selain bisa mendapatkan pendapatan, komunitas juga membuat lansia jarang merasa kesepian dan menurunkan risiko mengalami gangguan jiwa dan pikun.

"Mengajak orang muda untuk bergabung dalam kegiatan sosial sangat penting, bukan hanya untuk saat ini saja, namun juga masa depannya berpuluh-puluh tahun mendatang," ungkap Greenfield.

Baca juga: Anak Anda Bisa Jadi Korban Bullying Kalau Gejalanya Seperti Ini

(mrs/vit)
News Feed