"Saya kira setiap orang barang kali pernah kena hoax. Apalagi kita yang punya jabatan atau posisi," ungkap Menkes Nila kepada detikHealth dan ditulis Kamis (9/2/2017).
"Misal salah satunya saya jadi ingat tentang kita memberikan vaksin untuk kanker serviks pada anak-anak. Dikatakan itu (membuat -red) menopausenya jadi lebih cepat, saya kira harusnya mereka baca dulu," lanjut Menkes Nila.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus yang diceritakan oleh Menkes merujuk pada program percobaan pemberian vaksin human papilloma virus di DKI Jakarta pada Oktober 2016 lalu. Vaksin diberikan kepada anak perempuan usia Sekolah Dasar dengan tujuan mencegah timbulnya kanker serviks di kemudian hari.
Namun tak berapa lama beredar di media sosial dan pesan berantai bahwa vaksin yang dibagikan berisiko menyebabkan menopause dini. Menkes Nila beserta jajarannya pun langsung mengadakan konferensi pers untuk menangkis isu miring tersebut.
Selain itu isu lain yang pernah dihadapi Menkes Nila adalah ketika Indonesia mengalami wabah bencana kabut asap pada tahun 2015. Meski bukan sepenuhnya hoax namun masyarakat terprovokasi oleh judul dari sebuah berita tentang dirinya.
"Ya saya lihat isi sama datanya benar. Tapi judulnya itu provokatif," kata Nila.
Baca juga: 5 Kabar Hoax Soal Anak-anak yang Sempat Hebohkan Dunia Maya (fds/vit)











































