Untuk itu, organisasi Muhammadiyah Tobacco Control Centre (MMTC) bersama pegiat kesehatan, seniman dan warga Kali Code membuat terobosan berupa proyek yang bertajuk 'Tunjukkan Warna Aslimu'.
Baca juga: Dokter Tanggapi Klaim 'Sudah Lama Merokok Tapi Tak Kena Kanker Paru'
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seni mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam menyampaikan pesan penting karena masyarakat bisa merasa terhubung secara emosional," ungkap seniman Koma.
Foto: suherni |
Wakil ketua MTCC Dianita Sugiyo mengatakan, survei yang dilakukan oleh MTCC membuktikan bahwa 84 persen warga ingin hidup di lingkungan bebas dari iklan rokok. Ia berharap aktivitas edukasi ini dapat memberdayakan masyarakat lokal.
"Mereka telah menghilangkan branding rokok yang sebelumnya menghiasi Kali Code dan kami berharap ke depannya Yogyakarta, terutama Kali Code, akan bebas dari iklan rokok," kata Dianita.
Kampanye 'Tunjukkan Warna Aslimu' yang merupakan bagian dari kampanye #SuaraTanpaRokok yang pada 4 Februari lalu juga menggelar beberapa kegiatan berupa pelatihan video yang diikuti oleh muda-mudi kampung Kali Code. Selain itu kegiatan ini disukseskan oleh murid-murid dari University of Technology of Sydney (UTS).
Foto: suherni |
Baca juga: Larang Merokok di Balkon, Cara Ekstrem Kurangi Perokok di Finlandia
(hrn/vit)











































Foto: suherni
Foto: suherni