Ketika Survivor Kanker Payudara Jadi Model Lingerie di New York Fashion Week

Ketika Survivor Kanker Payudara Jadi Model Lingerie di New York Fashion Week

Nurvita Indarini - detikHealth
Kamis, 16 Feb 2017 09:33 WIB
Ketika Survivor Kanker Payudara Jadi Model Lingerie di New York Fashion Week
Survivor kanker payudara jadi model lingerie (Foto: Reuters)
New York - Kehilangan satu atau dua payudara sekaligus karena kanker memang sangat menyesakkan. Namun ini tak menurunkan percaya diri para survivor kanker payudara untuk menjadi model lingerie di New York Fashion Week.

Adalah AnaOno Intimates yang mendesain lingerie atau pakaian dalam untuk pasien kanker payudara yang menjalani mastektomi ataupun operasi rekonstruksi. Nah, para survivor kanker payudara ini sengaja beraksi di catwalk untuk menggalang dana demi mendukung pasien kanker payudara.

Dikutip dari Reuters, belasan survivor penuh percaya diri melenggang dengan mengenakan pakaian dalam berenda ataupun atasan tipis dipadu dengan sepatu boots maupun sepatu berhak tinggi. Aksi para survivor kanker payudara ini mendapat tepuk tangan meriah dari penonton.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu survivor yang menjadi model lingerie itu, Chiaro D'Agostino, mengaku senang dengan kehadiran pakaian dalam yang mengerti benar pasien kanker payudara. Dia merasa diperhatikan, apalagi selama ini dirinya terkungkung rasa malu akibat kehilangan payudaranya.

Baca juga: Kehilangan Payudara karena Kanker, Wanita Ini Desain Bra Khusus

"Meskipun saya tidak punya puting ataupun payudara, tapi saya tetap perempuan," kata Chiaro yang didiagnosis kanker payudara pada 2016 lalu.

Survivor lainnya, Paige Moore (24) juga menyambut baik adanya pakaian dalam yang pas untuk pasien kanker payudara. "Saya merasa seksi, cantik dan bangga," ujarnya.

Pakaian dalam yang memahami benar pasien kanker payudara itu dirancang oleh Dana Donofree. Pengalamannya bergelut dengan kanker payudara dan serangkaian pengobatannya membuatnya paham benar pakaian dalam seperti apa yang dibutuhkan pasien kanker payudara.

Dana didiagnosis kanker payudara saat berusia 27 tahun. Menurutnya, kendati rekonstruksi membuat payudara berisi lagi usai mastektomi, namun payudara tidak lagi memiliki jaringan alami. Karena itu saat memakai bra, ada rasa canggung yang mencuat. Apalagi kebanyakan bra yang dijual di pasaran terkadang menekan implan sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.

Itulah awal mula Dana mendesain bra yang benar-benar disesuaikan dengan kondisi perempuan yang telah menjalani mastektomi. Bra tersebut dibuat tanpa jahitan samping sehingga tak perlu khawatir mengiritasi bekas luka operasi. Kain yang digunakannya adalah nylon ataupun spandex renda yang benar-benar sesuai dengan bentuk payudara hasil rekonstruksi.

Baca juga: Kanker Payudara Tak Ketahuan, Maria Hanya Dapat Ramuan dan Antibiotik

(vit/mrs)

Berita Terkait