Kamis, 16 Feb 2017 19:08 WIB

Studi: Perokok yang Kena Kanker Usus Berisiko Meninggal Lebih Cepat

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Merokok sebagai salah satu faktor risiko terserang penyakit kanker sudah diketahui banyak orang. Namun tahukah Anda pasien kanker usus yang merokok berisiko meninggal lebih cepat?

Dr Linda Sharp dari Newcastle University, Inggris Raya, melakukan penelitian kepada pasien kanker usus yang terdaftar di Irlandia sejak tahun 1994 hingga 2012. Rata-rata usia pasien 55 tahun dan lebih dari setengahnya hanya menjalani operasi tanpa kemoterapi.

Sekitar 20 persen partisipan merupakan perokok, sementara 23 persen pernah merokok dan sudah berhenti. Sisa 57 persen partisipan tidak pernah merokok sama sekali.

Baca juga: Sel Kanker di Otak Lebih Mudah Dideteksi Menggunakan Laser

Hasil studi menyebut perokok aktif yang terdiagnosis kanker usus mengalami penurunan angka harapan hidup untuk 5 tahun sebesar 14 persen. Risiko lebih besar terjadi pada pasien kanker usus yang hanya menjalani operasi tanpa kemoterapi di angka 21 persen.

Peneliti menduga hal ini ada kaitannya dengan waktu pasien didiagnosis. Sebagian besar perokok datang berobat ketika kanker sudah memasuki stadium lanjut dan menyebar ke bagian yang lain.

Dr David Weinberg dari Fox Chase Cancer Center mengatakan banyak penelitian yang sudah membuktikan merokok memang meningkatkan risiko terserang kanker dan keparahannya. Oleh karena itu, pencegahan harus dilakukan dengan cara menjauhi rokok.

"Tidak merokok, menjaga berat badan, kurangi alkohol dan olahraga teratur merupakan cara utama untuk mencegah berbagai macam kanker, termasuk kanker paru dan kanker usus," tutur Weinberg yang tak terlibat penelitian.

Baca juga: Kata Dokter Soal Kaitan Konsumsi Makanan Instan dan Risiko Kanker

(mrs/up)