Selasa, 21 Feb 2017 16:08 WIB

Hal yang Akan Terjadi Pada Tubuh Sejak Pertama Konsumsi Sabu

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto ilustrasi: Istimewa
Jakarta - Amphetamine atau yang juga biasa disebut sabu menurut Badan Narkotika Nasional (BNN) adalah narkoba pembunuh terbesar ke dua di Indonesia setelah putaw. Sabu dapat memicu ketergantungan tingkat tinggi karena bereaksi cepat pada sistem saraf manusia.

Bagaimana cara kerjanya? dr Nicole Lee dari National Drug Research Institute, Australia, menjelaskan dari pertama masuk ke tubuh amphetamine sudah akan membawa dampak besar. Dampaknya secara lebih rinci tergantung dari bentuk amphetamine itu sendiri, cara masuknya ke tubuh, dan dosisnya.

"Kebanyakan orang akan menghirupnya lewat rokok, menyuntikkan diri, atau mengonsumsi pil. Kalau dihirup lewat rokok dalam beberapa menit akan langsung muncul. Sementara itu kalau anda menelannya maka efek bisa muncul sekitar 20 menit kemudian," kata dr Nicole seperti dikutip dari ABC Australia, Selasa (21/2/2017).

Baca juga: Kata Dokter Soal Ekstrak Dagga di Tembakau Gorilla yang Memabukkan

Efek dari amphetamine yang langsung terasa adalah rasa nikmat dan sensasi 'tenang' yang tinggi. Beberapa pengguna mengaku mereka bisa merasakan punya banyak energi dan mampu berpikir jernih.

Hal tersebut menurut dr Nicole terjadi karena amphetamine mendorong tingkat hormon dopamin tubuh hingga seribu kali lipat batas wajar. Angka itu adalah yang tertinggi bila dibandingkan tingkat dopamin yang dipicu oleh narkoba atau kegiatan lainnya.

Efek nikmat akan berlangsung selama empat sampai 12 jam sampai kemudian muncul reaksi balik dengan efek berlawanan. dr Nicole mengatakan reaksi balik dari amphetamine ini bisa berlangsung sampai 24 jam.

Konsentrasi berkurang drastis, sakit kepala, depresi, dan kelelahan adalah beberapa gejala efek balik yang bisa dirasakan. Nah pada momen ini biasanya kecanduan mulai timbul karena agar bisa merasa normal kembali pengguna harus mengonsumsi amphetamine dalam dosis lebih tinggi.

Lama kelamaan dosis amphetamine akan terus dinaikkan oleh pengguna sampai akhirnya mencapai batas kritis. Ketika sudah overdosis, seseorang bisa alami stroke atau kegagalan jantung.

Baca juga: Jangan Pernah Mencoba Sabu dan Ekstasi (fds/vit)