Apa dampaknya? Satu studi psikologi terbaru melihat bahwa kini ponsel sudah menjadi objek keterikatan. Artinya orang-orang tidak bisa lagi jauh dari ponsel karena akan memicu reaksi stres.
Veronika Konok dari Eotvos Lorand University menjelaskan hal tersebut diketahui setelah melakukan eksperimen pada 87 partisipan berusia 18-26 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para partisipan dibagi menjadi dua grup dengan satu grup ponselnya 'disita' sementara grup yang lain tidak. Mereka diminta untuk menghabiskan waktu dalam satu ruangan sambil gerak-gerik dan detak jantungnya direkam.
Dipublikasi di jurnal Computers in Human Behaviour, hasilnya diketahui pada grup yang hpnya disita para responden menunjukkan gejala stres. Detak jantungnya berubah dan muncul tanda-tanda perilaku stres.
Peneliti menyamakan reaksi stres jauh dari ponsel ini seperti pada balita yang kehilangan selimut favoritnya.
"Objek-objek tertentu dapat menjadi subjek sebuah rasa keterikatan seperti misalnya foto orang yang dianggap penting atau mainan," kata Veronika seperti dikutip dari BBC, Sabtu (25/2/2017).
"Ponsel menjadi spesial karena dia tidak hanya merupakan objek penting, tapi juga merepresentasikan koneksi sosial kita lainnya," lanjut Veronika.
Baca juga: Penggunaan Media Sosial yang Seperti Ini Sudah Termasuk Kecanduan
(fds/up)











































