Jaga Perasaan, Hindari Ucapkan Ini pada Wanita yang Belum Punya Anak

Jaga Perasaan, Hindari Ucapkan Ini pada Wanita yang Belum Punya Anak

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Jumat, 03 Mar 2017 14:37 WIB
Jaga Perasaan, Hindari Ucapkan Ini pada Wanita yang Belum Punya Anak
Foto: Thinkstock
Jakarta - Anda punya teman atau kerabat wanita yang sudah menikah tapi belum punya anak? Bisa jadi kondisi itu membuat Anda peduli padanya. Tapi, demi menjaga perasaannya, baiknya hindari beberapa ucapan ini ya.

Para pakar mengungkapkan ada beberapa kalimat yang terdengar menunjukkan kepedulian pada wanita yang belum punya anak, tapi nyatanya bisa membuatnya tersinggung. Apa saja?

Baca juga: Dari 4 Juta Pasangan Tak Subur, Cuma 5 Persen yang Butuh Bayi Tabung

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


1. 'Kenapa kamu belum punya anak?'

Foto: Thinkstock
"Pertanyaan tersebut tidak termasuk urusan Anda. Kecuali, Anda sudah kenal dekat dengan orang itu bahkan sudah saling membocorkan hal-hal pribadi satu sama lain," kata Tamur Gur, MD, pakar kesehatan mental di The Ohio State University Wexner Medical Center kepada Prevention.

Gur mengingatkan, pertanyaan seperti itu bisa bersifat sangat pribadi dan bukan tak mungkin membuat orang yang bersangkutan sedih.

2. 'Saya turut bersedih kamu belum punya anak'

Foto: ilustrasi/thinkstock
Gur mengatakan kita tidak akan tahu apakah orang yang belum punya anak tersebut merasa menyesal atau sedih. Sebab, bukan tak mungkin ada pasangan yang memang berencana untuk menunda memiliki momongan.

Jika Anda ingin menunjukkan empati yang Anda alami, cukup katakan hal yang bersifat netral. Misalnya, 'Saya doakan yang terbaik untukmu'.

3. 'Kamu sudah coba berbagai prosedur untuk punya anak?'

Foto: Thinkstock
Pakar bioetika Elizabeth Yuko mengatakan pertanyaan seperti itu memang terdengar membantu. Tapi, menurut Yuko ada cara lain yang lebih baik untuk memberi dukungan pada dia. Misalnya, dengan membahas berbagai klinik kesuburan dengan program bayi tabung unggulannya.

"Mengatakan 'Santai saja', 'Kamu akan hamil saat berhenti berusaha begitu kerasnya', atau 'Anda baiknya pergi ke dokter ini', sama juga tidak akan membantu. Percayalah, jika seorang wanita ingin hamil, dia akan melakukan riset dan berusaha amat keras," tutur Yuko.

4. 'Kalau tidak punya anak, siapa yang akan mengurusmu nanti'

Foto: Thinkstock
Gur mengatakan, kalimat seperti itu bisa terdengar merendahkan. Padahal, kenyataannya bagi orang yang memiliki anak pun, kondisinya tidak melulu seperti itu.

"Bahkan orang yang punya anak pun bisa mengatakan kenapa kita begitu yakin jika anak-anak yang akan mengurus orang tuanya kelak?" kata Gur.

5. 'Lalu apa yang kamu lakukan di waktu luang?'

Foto: Thinkstock
Psikoterapis Toni Coleman, LCSW mengungkapkan pertanyaan seperti itu justru menambah beban dan tekanan pada perempuan yang tidak memiliki anak. Dari kalimat yang diucapkan, tersirat asumsi wanita yang belum punya anak punya banyak waktu luang dan ia menyukai itu.

Padahal, kata Coleman, bisa saja si wanita justru sedang berduka karena dia tak tahu apa yang mesti dilakukan ketika tidak punya anak.

"Ucapan seperti ini amat tidak sensitif dan terkesan sombong," ujarnya.

6. 'Kamu akan berubah pikiran nantinya'

Foto: thinkstock
Kalimat seperti ini menimbulkan kesan bahwa Anda turut menentukan keputusan seseorang dalam urusan memiliki anak atau tidak. Padahal, lagi-lagi Anda belum tentu tahu apa yang melatarbelakangi mengapa sampai saat ini si wanita belum memiliki anak.

"Ucapan ini sama saja dengan 'Tapi kamu pasti akan jadi ibu yang hebat' atau 'Jangan khawatir, kamu masih punya waktu'," kata Gur.

Halaman 2 dari 7
"Pertanyaan tersebut tidak termasuk urusan Anda. Kecuali, Anda sudah kenal dekat dengan orang itu bahkan sudah saling membocorkan hal-hal pribadi satu sama lain," kata Tamur Gur, MD, pakar kesehatan mental di The Ohio State University Wexner Medical Center kepada Prevention.

Gur mengingatkan, pertanyaan seperti itu bisa bersifat sangat pribadi dan bukan tak mungkin membuat orang yang bersangkutan sedih.

Gur mengatakan kita tidak akan tahu apakah orang yang belum punya anak tersebut merasa menyesal atau sedih. Sebab, bukan tak mungkin ada pasangan yang memang berencana untuk menunda memiliki momongan.

Jika Anda ingin menunjukkan empati yang Anda alami, cukup katakan hal yang bersifat netral. Misalnya, 'Saya doakan yang terbaik untukmu'.

Pakar bioetika Elizabeth Yuko mengatakan pertanyaan seperti itu memang terdengar membantu. Tapi, menurut Yuko ada cara lain yang lebih baik untuk memberi dukungan pada dia. Misalnya, dengan membahas berbagai klinik kesuburan dengan program bayi tabung unggulannya.

"Mengatakan 'Santai saja', 'Kamu akan hamil saat berhenti berusaha begitu kerasnya', atau 'Anda baiknya pergi ke dokter ini', sama juga tidak akan membantu. Percayalah, jika seorang wanita ingin hamil, dia akan melakukan riset dan berusaha amat keras," tutur Yuko.

Gur mengatakan, kalimat seperti itu bisa terdengar merendahkan. Padahal, kenyataannya bagi orang yang memiliki anak pun, kondisinya tidak melulu seperti itu.

"Bahkan orang yang punya anak pun bisa mengatakan kenapa kita begitu yakin jika anak-anak yang akan mengurus orang tuanya kelak?" kata Gur.

Psikoterapis Toni Coleman, LCSW mengungkapkan pertanyaan seperti itu justru menambah beban dan tekanan pada perempuan yang tidak memiliki anak. Dari kalimat yang diucapkan, tersirat asumsi wanita yang belum punya anak punya banyak waktu luang dan ia menyukai itu.

Padahal, kata Coleman, bisa saja si wanita justru sedang berduka karena dia tak tahu apa yang mesti dilakukan ketika tidak punya anak.

"Ucapan seperti ini amat tidak sensitif dan terkesan sombong," ujarnya.

Kalimat seperti ini menimbulkan kesan bahwa Anda turut menentukan keputusan seseorang dalam urusan memiliki anak atau tidak. Padahal, lagi-lagi Anda belum tentu tahu apa yang melatarbelakangi mengapa sampai saat ini si wanita belum memiliki anak.

"Ucapan ini sama saja dengan 'Tapi kamu pasti akan jadi ibu yang hebat' atau 'Jangan khawatir, kamu masih punya waktu'," kata Gur.

(rdn/up)

Berita Terkait