Senin, 13 Mar 2017 08:37 WIB

Cerita Duet Pelari Remaja Epilepsi dengan Dokter Saraf

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: BBC
Jakarta - Sebagai penyandang epilepsi remaja perempuan Katie Cooke (19) dari Dublin, Irlandia, bisa alami serangan kejang beberapa kali dalam sehari. Meski bagi sebagian orang kondisi tersebut dianggap sebagai sesuatu yang serius, Katie tidak membiarkannya menghalangi keinginan menjadi atlet lari.

Semua bermula ketika Katie didiagnosa memiliki epilepsi lobus frontal di usia sembilan tahun. Setiap hari Katie harus mengonsumsi obat-obatan untuk mempertahankan kondisinya yang terus memburuk karena perubahan hormon beranjak remaja.

Katie pernah 10 bulan dirawat di rumah sakit. Saat pertama masuk rumah sakit hingga keluar ia kehilangan kemampuan untuk mengendalikan punggung, panggul, dan kesulitan berjalan.

Baca juga: Catat, Ini Bedanya Parkinson dengan Epilepsi

"Saya tidak bisa berdiri dan selama tujuh bulan harus menggunakan kursi roda. Tapi saya orangnya keras kepala dan ingin membuktikan ke orang-orang apa yang bisa saya lakukan," ungkap Katie seperti dikutip dari BBC, Senin (13/3/2017).

"Setelah ikut fisioterapi saya mulai bisa joging setiap hari dan menyukai rasanya yang bebas," lanjut Katie.

Spesialis saraf yang menangani Katie, dr Colin Doherty, mengatakan berlari meringankan gejala namun tidak menyembuhkan epilepsinya. Malah peningkatan detak jantung karena berlari memicu kejang menjadi makin sering.

Hanya saja berlari secara keseluruhan meningkatkan kesehatan Katie. Oleh karena itu setelah mempertimbangkan untung dan ruginya dr Colin sendiri mengambil keputusan untuk menjadi partner berlari Katie.

"Ada tantangan tersendiri dengan memiliki epilepsi dan memilih berlari jarak jauh. Namun tantangan tersebut juga ada apabila Anda memilih jalan kaki dan saya berpikir sekalian saja karena manfaatnya lebih besar dari risikonya," kata dr Colin.

Ketika berlari Katie memang beberapa kali pernah terjatuh kejang-kejang dengan mulut berbusa. Namun demikian ketika kejangnya usai Katie tidak berhenti dan terus berlari hingga akhirnya bisa memenangkan beberapa kompetisi.

Sebagai partnernya dr Colin memastikan Katie terjatuh dan kejang-kejang dengan aman. Selain itu ia juga meyakinkan pihak lain bahwa partisipasi Katie tidak perlu diberhentikan.

"Saya spesialis epilepsi, tapi ketika saya berlari peran saya cuma satu yaitu menghentikan orang-orang menempatkannya ke dalam ambulans. Saya akan berdiri di situ dan bilang 'Katie tidak apa-apa, saya dokternya, dia akan pulih,'" tutup dr Colin.

Baca juga: Keren! Ibu Ini Tetap Menyusui Bayinya Saat Lari Maraton


(fds/vit)