Wacana denda ini bukan lucu-lucuan. Jessica Farrar, anggota parlemen negara bagian Texas asal Partai Demokrat, mengajukan wacana denda sebesar $100 (Rp1,3 juta) bagi pria yang dengan sengaja melakukan masturbasi, baik pria itu lajang ataupun sudah menikah.
Dilansir CNN, wacana denda masturbasi ini merupakan bentuk protes terhadap diskriminasi hukum kesehatan reproduksi bagi pria dan wanita. Dikatakan Farrar, sangat sulit bagi wanita di Texas untuk melakukan aborsi secara legal, meskipun kondisi kehamilan sudah mengancam nyawanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Usulan ini merupakan bentuk protes kami. Kami ingin pria juga merasakan bagaimana rasanya mengalami apa yang selalu kami rasakan," paparnya.
Masturbasi bisa dikenai denda karena dianggap sebagai 'perbuatan yang menyianyiakan calon anak' dan 'tidak menghargai kehidupan'. Dua pernyataan ini adalah alasan klasik yang selalu digaungkan oleh kelompok anti-aborsi.
Selain memberikan denda bagi pelaku aborsi, wacana ini juga mengusulkan agar pria diharuskan menunggu 1 x 24 jam sebelum melakukan kolonoskopi, vasektomi dan membeli viagra.
"Bagaimana rasanya jika undang-undang ini diterapkan untuk Anda? Para wanita di Texas sulit melakukan aborsi secara legal padahal angka kematian ibu dan anak di negara bagian ini meningkat setiap tahun," ungkap Farrar.
Masalah aborsi di negara bagian Texas memang cukup rumit. Undang-undang melarang aborsi bagi wanita dengan usia kehamilan di atas 20 minggu, kecuali kehamilannya membahayakan nyawa. Itupun setelah melalui serangkaian konseling, tes dan pemeriksaan oleh dokter.
Di sisi lain, terbatasnya jumlah dokter dan klinik yang bisa melakukan aborsi menimbulkan masalah tersendiri. Hal ini merupakan imbas dari pemberlakukan pembatasan klinik dan dokter aborsi, dari 44 klinik pada 2014 menjadi 18 saja pada 2016.
Usulan Farrar mendapat reaksi negatif dari sebagian besar anggota dewan lainnya dari partai Republikan. Tony Tinderholt, salah satu anggota dewan negara bagian Texas dari partai Republikan, menyebut wacana denda masturbasi yang diusulkan Farrar sangat memalukan.
"Seharusnya Farrar melihat kembali buku pelajaran biologinya ketika SMA sebelum mengusulkan wacana yang tidak pantas," ucap Tinderholt, yang baru-baru ini menyetujui pemberian dakwaan pembunuhan pada ibu yang dengan sengaja melakukan aborsi.
Baca juga: Permintaan Aborsi Meningkat Dua Kali Lipat karena Zika
(mrs/up)











































