Sabtu, 18 Mar 2017 16:35 WIB

Ini Alasannya Tak Boleh Remehkan Kegemukan di Usia 20-an Tahun

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: Getty Images
Jakarta - Tren berat badan di atas rata-rata yang muncul pada generasi muda dewasa ini makin meresahkan saja. Apalagi sebuah studi mengungkap, kegemukan pada remaja meningkatkan risiko sejumlah kanker.

Adalah tim peneliti dari AS yang menemukan kegemukan pada usia 20-an dapat meningkatkan risiko kanker kerongkongan dan perut bila bobot yang bersangkutan makin bertambah dari waktu ke waktu. Laporan ini didasarkan atas analisis pada data lebih dari 400.000 orang.

Risikonya tak tanggung-tanggung, yaitu mencapai 60-80 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang bisa mempertahankan berat badannya hingga beberapa waktu ke depan.

Kendati begitu, risiko terbesar akan dihadapi oleh individu yang sudah mengalami kegemukan di usia 20 dan obesitas di usia 50 tahun atau meningkat dari tahun ke tahun, yaitu tiga kali lipat.

"Temuan ini menggarisbawahi pentingnya program pengendalian berat badan untuk mengurangi risiko kedua jenis kanker yang tingkat fatalitasnya tinggi," ungkap ketua tim peneliti, Jessica Petrick dari National Cancer Institute AS seperti dilaporkan Health Day.

Petrick menjelaskan, kelebihan berat badan memicu gangguan pada asam refluks dan heartburn yang lama-kelamaan akan mengakibatkan kanker jika dibiarkan atau tidak tertangani.

"Kondisi semacam ini juga dapat mengubah kadar hormon seperti estrogen dan testosterone, termasuk insulin yang sama-sama dapat mengakibatkan peradangan, padahal kesemuanya ada kaitannya dengan peningkatkan risiko kanker," lanjut Petrick.

Baca juga: Hobi Makan Junk Food, Remaja Perempuan Lebih Berisiko Kanker Payudara

Menanggapi studi ini, Dr Patrick Okolo dari Lenox Hill Hospital, New York City mengatakan, temuan ini menambah bukti adanya keterkaitan antara kenaikan berat badan dengan risiko kanker.

"Jadi risiko kankernya tidak hanya pada orang yang sudah gemuk sepanjang waktu, tetapi juga yang beratnya terus naik. Untuk itu kita harus melakukan banyak hal agar bisa mempertahankan bobot sehat kita," katanya.

Meski demikian, kanker kerongkongan dan kanker perut terbilang masih langka, termasuk di AS. Namun tingkat keberlangsungan hidup untuk pasien kanker kerongkongan maksimal hanya lima tahun dan peluangnya pun hanya 18 persen karena jenis kanker ini biasanya baru terdiagnosis di stadium lanjut.

Begitu pula dengan kanker perut, dengan tingkat keberlangsungan hidup selama lima tahun hanya mencapai 30 persen.

Baca juga: Fenomena Mager Tingkatkan Risiko Obesitas pada Remaja (lll/vit)