ADVERTISEMENT

Senin, 27 Mar 2017 15:31 WIB

Makanan yang Kamu Makan Ternyata Pengaruhi Produktivitas Kerja

Nurvita Indarini - detikHealth
Foto: Ilustrasi stres di tempat kerja (Dok. Thinkstock)
Jakarta - Produktivitas kerja tidak hanya terkait mood dan motivasi diri saja. Sebab ada makanan tertentu yang bisa membantu mendongkrak produktivitas kerja lho. Makanan apa ya?

Nutrisonis Leslie Beck menuturkan makanan berpengaruh langsung pada produktivitas kerja. Apa yang disampaikan Leslie sejalan dengan studi pada 20.000 karyawan perusahaan di Amerika Serikat pada 2012 lalu. Dari studi diketahui mereka yang makan makanan tidak sehat 66 persen kehilangan produktivitasnya ketimbang karyawan yang banyak makan buah, sayur dan biji-bijian.

Dalam artikelnya di The Globe and Mail, Leslie menjelaskan makanan memang bisa mempengaruhi kondisi mental seseorang. Misalnya makanan yang kaya akan karbohidrat bisa menjadi sumber utama bahan bakar otak, sehingga Kamu akan lebih waspada dan fokus.

Glukosa juga dibutuhkan untuk mensintesis neurotransmiter, bahan kimia otak yang mengkomunikasikan informasi di seluruh otak dan tubuh. Nah, konsentrasi dan memori disebut terakit erat dengan seberapa efisien otak menggunakan glukosa.

Selain itu vitamin dan mineral juga dibutuhkan untuk menghasilkan energi di otak, di mana mensintesis neurotransmiter dan mencegah kerusakan akibat radikal bebas. Jika makanan yang kamu asup minim gizi, maka bisa menghamba kemampuan tubuh untuk mengatasi stres.

Ilsutrasi stres di tempat kerjaIlsutrasi stres di tempat kerja Foto: Getty Images
"Untuk merespons stres secara fisiologis membutuhkan banyak nutrisi termasuk karbohidrat, protein, vitamin B, vitamin C, magnesium dan selenium," jelas Leslie.

Baca juga: Sering Typo di Kantor? Mungkin karena Anda Lupa Sarapan

Asupan tinggi lemak jenuh dan gula, serta makanan olahan juga ditengarai meningkatkan kemungkinan depresi dan kecemasan. Sebaliknya asupan yang sehat dan kaya gizi bisa mengurangi risiko tersebut.

Berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu, Leslie merekomendasikan mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah. Alasannya asupan dengan indeks glikemik rendah akan lebih lambat dikonversi menjadi glukosa sehingga memberikan energi yang berkelanjutan bagi otak.

Sebaliknya Leslie tidak merekomendasikan asupan dengan indkes glikemik tinggi karena melepaskan glukosa dengan cepat. Makanan seperti ini juga membuat lapar lebih cepat, alhasil malah bikin kehilangan fokus saat bekerja.

Untuk itu Leslie menyarankan untuk makan roti gandum, oat, beras merah, ubi jalar, yogurt, susu, susu kedelai, kacang-kacangan dan lentil, dan sebagian besar jenis buah. Tambahkan ayam, tuna, telur, daging tanpa lemak, tofu dan kacang untuk mendapatkan sumber protein. Karena protein penting untuk merangsang aktivitas sel-sel otak sehingga lebih waspada.

Ilustrasi makanan berindeks glikemik rendahIlustrasi makanan berindeks glikemik rendah Foto: Thinkstock
Saran lainnya, makanlah setiap tiga jam untuk menjaga energi tetap konstan dan mencegah kelaparan. Karena itu ada baiknya Kamu membawa makanan kecil yang sehat ke kantor. Makanan ini akan mencegah Kamu mengambil terlalu banyak kue atau martabak saat meeting di kantor.

Makanan kecil apa yang bisa dibawa? Misalnya biskuit gandum, sayuran, smoothie buah dan buah potong. Sayur dan buah sangat disarankan untuk diasup karena dalam studi yang diterbitkan di British Journal of Health Psychology, peserta studi yang mengasup buah dan sayuran lebih tinggi dilaporkan lebih bahagia dan lebih kreatif di tempat kerja ketimbang yang kurang mendapat asupan tersebut.

Apalagi kandungan vitamin, antioksidan dan karbohidrat dalam buah dan sayuran meningkatkan produksi dopamin dan serotonin, neurotransmitter yang terlibat dalam suasana hati, perilaku dan kognisi.

Buah, salah satu makanan untuk tingkatkan produktivitasBuah, salah satu makanan untuk tingkatkan produktivitas Foto: ilustrasi/thinkstock
Leslie juga mengingatkan pentingnya minum cukup agar tetap fokus di tempat kerja. "Penelitian menunjukkan bahwa bahkan dehidrasi ringan dapat mengganggu kemampuan Anda untuk melakukan tugas-tugas yang membutuhkan perhatian, memori dan keterampilan psikomotor," jelasnya.

Baca juga: Meski Cuma di Rumah, Cuti Kerja Sehari Saja Sudah Bermanfaat bagi Kesehatan

(vit/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT