Selasa, 28 Mar 2017 09:09 WIB

Menghindari Konflik Menjelang Pernikahan

Suherni Sulaeman - detikHealth
Foto: Ilustrasi pasangan/Thinkstock
Jakarta - Menyatukan dua pikiran yang berbeda bukanlah sebuah perkara yang mudah, terlebih ketika menginginkan sebuah pernikahan yang begitu sempurna tanpa kekurangan apapun. Terkadang, kerap muncul tekanan psikologis tersendiri bagi pasangan yang hendak melaluinya. Pasangan menjadi lebih emosi, rentan bertengkar, bahkan ada pula yang sampai batal menikah.

Menanggapi hal ini, psikolog klinis dewasa dari Tiga Generasi, Pustika Rucita, BA, MPsi, Psikolog mengatakan biasanya tingkat emosi menjadi lebih intens dan cenderung mudah naik turun ketika sudah sangat dekat dengan pernikahan. Jika pemicunya kebanyakan adalah karena hal-hal yang berkaitan dengan pernikahan, kemungkinan ini adalah bagian dari rasa cemas dalam memasuki pernikahan.

Baca juga: Ragu Jelang Pernikahan? Begini Saran Psikolog

"Apalagi kalau sebelumnya, hubungan cukup terbilang baik dan bisa bersabar. Coba kenali dulu pemicu tidak terkendalinya emosi. Kenali kebutuhan dan belajar mengomunikasikannya secara terbuka dengan pasangan agar mendapatkan solusi yang tepat," kata Cita, panggilan akrab wanita cantik ini.

Menurut Cita, persiapan sebelum hari-H berlangsung memang membuat pikiran penat dan jenuh. Maka itu sebelum hal ini mendera diri, cobalah untuk beristirahat sejenak dari berbagai urusan yang berkaitan dengan pernikahan. Selain itu agar tak makin memperkeruh persiapan pernikahan dan hubungan dengan calon pasangan tenangkanlah diri seperti melakukan spa atau liburan bersama sahabat dekat.

"Jika sudah sangat jenuh dengan berbagai urusan pernikahan, tidak ada salahnya untuk rehat sejenak dan melakukan aktivitas lain yang dapat membuat lebih tenang, sehingga dapat kembali mengurus pernikahan dengan kepala dingin," tutur Cita.

Baca juga: Menghadapi Godaan Saat Hari Pernikahan Semakin Dekat

(hrn/vit)