Rabu, 29 Mar 2017 10:35 WIB

Permainan Tetris Punya Potensi Jadi Obat Trauma

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: GettyImages
Jakarta - Tetris adalah video game relatif sederhana di mana pemainnya hanya perlu menyusun balok-balok secara rapi. Meski sederhana, tetris ini bisa jadi permainan yang menyita perhatian dan menurut peneliti ada potensinya yang bisa dimanfaatkan.

Ahli psikologi Profesor Emily Holmes dari University of Karolinska telah bertahun-tahun mengeksplorasi manfaat medis dari tetris. Prof Emily mengatakan permainan tetris bisa sangat kuat melibatkan kemampuan memori visual sehingga bisa dipakai seperti untuk mencegah kondisi Post-traumatic syndrome disorder (PTSD).

Baca juga: Ini Sebabnya Remaja Perempuan Lebih 'Menderita' karena Trauma

Dalam studi yang dipublikasi dalam jurnal Molecular Psychiatry, Prof Emily membuktikannya dengan melakukan eksperimen pada 71 pasien kecelakaan di rumah sakit. Mereka diminta untuk membayangkan kecelakaan yang baru saja dialami lalu kemudian bermain tetris.

Setelah 20 menit bermain, para pasien sudah cukup terdistraksi sehingga memori kecelakaan tidak lagi terbentuk di otaknya.

"Temuan studi kami menunjukkan bahwa bila Anda segera setelah trauma terlibat dalam aktivitas yang sangat menyita perhatian visual, ini akan membantu mencegah memori tersebut tersimpan di dalam otak secara sangat nyata," kata Prof Emily seperti dikutip dari BBC, Rabu (29/3/2017).

Prof Emily mengatakan kira-kira ada jendela waktu hingga 6 jam untuk dilakukan terapi setelah kejadian traumatis. Lebih dari itu maka gangguan traumatis bisa terbentuk sehinga penanganannya juga akan sulit.

"Intervensi pencegahan untuk kejadian pascatrauma saat ini masih kurang. Sementara itu kecelakaan kendaraan bermotor adalah penyebab umum trauma dan efeknya terkait gangguan mental sudah banyak diketahui," ungkap Prof Emily.

Baca juga: Setelah Mengalami Kecelakaan, 30 Persen Anak Bisa Terkena PTSD (fds/vit)