Dalam percobaan awal, peneliti melibatkan 15 pria yang mengalami disfungsi ereksi. Enam bulan berikutnya, 8 partisipan dilaporkan bisa berhubungan lagi, tanpa alat bantu atau obat kuat sekalipun.
Tak hanya itu, dalam kurun setahun, peneliti juga tidak melihat adanya flagging atau kelesuan pada kemaluan partisipan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lund kemudian menjelaskan prosedurnya dimulai dengan mengambil sel-sel lemak dari perut pasien via liposuction alias prosedur sedot lemak.
Sel-sel itu kemudian mendapatkan perlakuan khusus agar bisa menjadi sel punca yang bisa dipergunakan untuk berbagai keperluan, artinya dapat bermutasi menjadi sel-sel apapun yang ada di tubuh.
Sel-sel itu lalu disuntikkan ke dalam penis partisipan, di mana mereka akan mengubah sel-sel di saraf dan otot secara spontan, termasuk sel endotel yang melapisi bagian dalam pembuluh darah.
Selama prosedur dilaksanakan, peneliti memastikan pasien dalam keadaan berada di bawah bius total. Namun partisipan yang ambil bagian juga dipastikan bisa pulang dari rumah sakit hari itu juga.
Baca juga: Punya Banyak Manfaat, Stem Cell Sering Digunakan untuk Tipu-tipu
Karena hasil percobaannya yang sangat meyakinkan, otoritas kesehatan di Denmark pun berkenan memberikan izin kepada peneliti untuk melakukan fase berikutnya dari terapi ini, di mana satu kelompok partisipan akan diberi terapi sel punca dan tim lainnya mendapatkan plasebo.
Namun Lund menambahkan, hanya pria yang dinyatakan benar-benar pulih dari kanker prostat dan masih memiliki kemampuan untuk mengendalikan kemihnyalah yang bisa ambil bagian dalam tahap ini.
Ini menunjukkan bahwa peneliti pun menaruh harapan yang luar biasa pada terapi ini. Menurut data yang ada, operasi prostat bertanggung jawab di balik 13 persen kasus disfungsi ereksi. Bahkan lebih dari 80 persen pasien langsung mengalami kesulitan berhubungan selepas operasi.
Secara umum, diabetes adalah penyebab disfungsi ereksi yang terbesar, yaitu mencapai 40 persen, diikuti dengan penyakit pada pembuluh darah, sebanyak 30 persen. "Untuk itu kami menargetkan pasien diabetes sebagai partisipan kami berikutnya," tutup Lund.
Baca juga: Donor Stem Cell Tidak Bisa Sembarangan, Ada Hal-hal yang Perlu Diperhatikan (lll/vit)











































