Seperti yang terjadi di China, para peneliti menemukan bahwa ketika debu dari gurun terdekat tidak tertiup oleh angin polusi udara malah semakin buruk. Hal ini dijelaskan oleh para peneliti karena debu bisa memengaruhi kondisi cuaca secara keseluruhan.
Baca juga: Udara Panas dan Berdebu, Waspadai Masalah Ini pada Kulit Anda
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dipublikasi dalam jurnal Nature Communications, peneliti mengatakan minimnya debu di China membuat peningkatan polusi udara dari asap kendaraan dan industri meningkat 13 persen.
"Di China ada dua sumber debu yaitu gurun Gobi dan dataran tinggi barat laut China. Kami menemukan gurun gobi yang lebih memiliki pengaruh," ungkap pemimpin studi Yang Yang dari Pacific Northwest National Laboratory.
Profesor Lynn Russell dari Scripps Institution of Oceanography mengomentari studi bahwa masyarakat di sana mungkin jadi serba salah. Ketika ada polusi debu pandangan mungkin akan lebih terganggu namun ia tidak lebih berbahaya dari polusi asap yang membawa partikel halus.
"Emisi debu bisa mengganggu pandangan tapi tidak lebih berbahaya dalam hal kualitas udara. Bila tahun ini minim debu Anda mungkin akan lebih senang menghabiskan waktu di luar ruangan, namun Anda sebetulnya menghirup udara yang lebih beracun," ungkap Prof Lynn seperti dikutip dari BBC, Senin (22/5/2017).
Baca juga: Beda Ukuran, Beda Pula Dampak Zat Polutan Terhadap Kesehatan
(fds/vit)











































