Ternyata Debu yang Sedikit Bisa Bikin Polusi Udara Kian Parah

Ternyata Debu yang Sedikit Bisa Bikin Polusi Udara Kian Parah

Firdaus Anwar - detikHealth
Senin, 22 Mei 2017 07:35 WIB
Ternyata Debu yang Sedikit Bisa Bikin Polusi Udara Kian Parah
Foto: thinkstock
Jakarta - Ketika banyak debu beterbangan di suatu daerah biasanya kita akan menganggap bahwa udara di tempat itu kotor dan tak baik untuk kesehatan. Hal tersebut memang benar adanya, namun pada beberapa situasi minimnya debu bisa juga malah semakin memperburuk polusi.

Seperti yang terjadi di China, para peneliti menemukan bahwa ketika debu dari gurun terdekat tidak tertiup oleh angin polusi udara malah semakin buruk. Hal ini dijelaskan oleh para peneliti karena debu bisa memengaruhi kondisi cuaca secara keseluruhan.

Baca juga: Udara Panas dan Berdebu, Waspadai Masalah Ini pada Kulit Anda

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika debu di udara minim maka sinar matahari dapat menembus langsung memanasi permukaan. Semakin permukaan suatu daerah panas maka angin yang berhembus juga akan semakin pelan membuat polusi udara yang ditimbulkan oleh manusia bisa semakin menumpuk.

Dipublikasi dalam jurnal Nature Communications, peneliti mengatakan minimnya debu di China membuat peningkatan polusi udara dari asap kendaraan dan industri meningkat 13 persen.

"Di China ada dua sumber debu yaitu gurun Gobi dan dataran tinggi barat laut China. Kami menemukan gurun gobi yang lebih memiliki pengaruh," ungkap pemimpin studi Yang Yang dari Pacific Northwest National Laboratory.

Profesor Lynn Russell dari Scripps Institution of Oceanography mengomentari studi bahwa masyarakat di sana mungkin jadi serba salah. Ketika ada polusi debu pandangan mungkin akan lebih terganggu namun ia tidak lebih berbahaya dari polusi asap yang membawa partikel halus.

"Emisi debu bisa mengganggu pandangan tapi tidak lebih berbahaya dalam hal kualitas udara. Bila tahun ini minim debu Anda mungkin akan lebih senang menghabiskan waktu di luar ruangan, namun Anda sebetulnya menghirup udara yang lebih beracun," ungkap Prof Lynn seperti dikutip dari BBC, Senin (22/5/2017).

Baca juga: Beda Ukuran, Beda Pula Dampak Zat Polutan Terhadap Kesehatan


(fds/vit)

Berita Terkait