ADVERTISEMENT

Senin, 29 Mei 2017 08:32 WIB

Cerita Sukses Cangkok Mr P yang Disempurnakan dengan Tato

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: thinkstock
Cape Town - Masih ingat dengan Andre van der Merwe? Dokter yang sukses melakukan transplantasi penis pertama di dunia itu baru-baru ini berhasil menolong seorang pasien lagi. Namun ada kisah menarik dalam upayanya kali ini.

Dikisahkan pasien ketiganya ini kehilangan penis karena komplikasi yang diakibatkan prosedur khitan tradisional yang memang sering terjadi di Afrika Selatan.

Beruntung ia akhirnya bertemu dengan van der Merwe yang berhasil menyambungkan penisnya kembali, tepatnya pada tanggal 21 April silam do Tygerberg Hospital, Cape Town. Tak hanya berhasil tersambung, penis hasil cangkokan ini juga bisa ereksi.

Hanya dalam kurun enam bulan berikutnya, ia sudah bisa buang air kecil dan berhubungan intim, bahkan mungkin untuk pertama kalinya dalam 17 tahun.

Baca juga: Bagi Dokter Satu Ini, Cangkok Mr P Sudah Jadi Pekerjaan Sehari-hari

Yang menarik adalah belakangan diketahui bahwa si pasien memiliki kulit hitam. Akan tetapi penis yang disumbangkan untuknya berasal dari donor berkulit putih.

"Sejujurnya, donor kami sangat sedikit. Tetapi masalahnya sebenarnya tinggal itu saja. Selebihnya kami bisa tangani. Setidaknya saat ini kepercayaan dirinya kembali karena sebelumnya ia sempat depresi sampai ingin bunuh diri," tutur van der Merwe seperti dilaporkan The Sun.

Kepala departemen urologi dari Stellenbosch University, Afrika Selatan itu menambahkan, kini kondisi pasiennya sudah jauh lebih baik. "Ia salah satu pasien paling bahagia yang pernah kami tangani. Tidak ada tanda-tanda penolakan organ jadi saya kira struktur-struktur yang terkoneksi di tubuhnya telah pulih dengan baik," lanjutnya.

Sebagai solusi mengatasi perbedaan warna kulit, penis baru pasien yang hanya diketahui berusia 40 tahun itu akan ditato medis sehingga warna penisnya menjadi senada dengan warna kulitnya.

Untuk urusan yang satu ini akan diserahkan kepada seniman tato medis dari Massachusetts, Rosemarie Andlauer. Andlauer mengaku prosedur semacam ini tidaklah lazim untuk dilakukan. Kalaupun bisa, akan butuh waktu agak lama sebab memang tidak bisa dilakukan sekali jadi.

"Andaikan klien merasa nyaman melakukannya dengan satu kali sesi, tetapi karena bagian tubuh ini sangat peka, saya tidak yakin ini bisa pulih sekaligus," paparnya.

Untuk tiap sesi, ia akan mentato sepertiganya saja lalu setelah dipastikan benar-benar pulih baru ia akan melanjutkannya.

Baca juga: Mr P Dipangkas karena Digerogoti Kanker, Pria Ini Jalani Transplantasi (lll/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT