Namun yang menjadi perhatian utama dari studi ini adalah bukan rahasia itu sendiri, melainkan ketika kita memikirkan rahasia itu.
Temuan ini didasarkan pada hasil pengamatan terhadap 2.000 partisipan yang ditanya tentang frekuensi mereka ketika memikirkan rahasia yang dimilikinya dalam sebulan terakhir.
Peneliti sendiri mengaku terkejut ketika mengetahui kebanyakan orang cenderung memikirkan rahasia yang dimilikinya saat sedang sendirian daripada ketika berada di tengah-tengah lingkungan sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saksikan video 20detik mengenai Pendam Rahasia Berdampak Bagi Tubuh di sini:
"Saat itu pula kita menghabiskan lebih banyak energi mental untuk memikirkannya ketimbang menutupinya," ungkap peneliti Michael Slepian dari Columbia Business School.
Dengan kata lain, ini bertentangan dengan anggapan masyarakat selama ini di mana seseorang yang sering menyimpan rahasia cenderung merasa bersalah.
Yang ada justru peneliti menemukan sebagian orang merasa terbebani secara fisik karena rahasia yang disimpannya. Hal ini karena ketika seseorang memikirkan rahasia yang dimilikinya, maka akan memicu lonjakan kadar kortisol atau hormon stres yang signifikan.
Peningkatan hormon kortisol dapat menyebabkan masalah pada pencernaan, tekanan darah tinggi, gangguan metabolisme, kulit keriput dan pelemahan sistem imun atau kekebalan.
Baca juga: Awas! Banyak Tertawa Bikin Orang Susah Jaga Rahasia
"Kabar buruknya, meski Anda tidak perlu menyembunyikan rahasia itu, tetapi ketika Anda sering memikirkannya, maka ini akan berdampak pada kesejahteraan mental Anda," tegas Dr Michael Slepian kepada The Atlantic.
Itu berarti jika seseorang bisa melupakan tentang rahasianya barang sejenak atau setidaknya tidak terus-menerus memikirkannya, maka dampak negatif yang ditimbulkannya terhadap tubuh dan pikiran juga akan berkurang.
Sekadar informasi, salah satu hal yang paling dirahasiakan adalah terkait fantasi seksual atau aktivitas seksual dengan bukan pasangan. Disusul oleh orientasi seksual, image tubuh yang buruk, kondisi keuangan, performa pekerjaan, kecanduan dan keguguran.
Baca juga: Pose Sederhana Ini Ternyata Dapat Meningkatkan Rasa Percaya Diri (lll/up)











































