ADVERTISEMENT

Senin, 12 Jun 2017 08:35 WIB

Jejak Kafein Ditemukan di Alam, Urine Pencinta Kopi Cemari Lingkungan

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Kafein pada kopi bisa tetap ada pada urine dan mencemari lingkungan. (Foto: iStock)
Jakarta - Suka minum kopi? Boleh-boleh saja, tapi sebaiknya tidak berlebihan. Penelitian terbaru menunjukkan, urine para penggemar kopi telah mencemari lingkungan dan membahayakan kehidupan alam liar.

Penelitian oleh San Diego Regional Water Quality Control Board tersebut menekankan bahwa tubuh manusia tidak mampu menyerap semua kafein dalam kopi. Sisanya akan dibuang bersama urine, mencemari lingkungan dan mengancam keselamatan makhluk hidup.

Biasanya, sistem pembuangan di Amerika Serikat cukup baik dalam mengolah limbah kafein. Namun dalam beberapa penelitian terkini, kafein terdeteksi dalam sampel air di alam. Karena tidak ada sumber kafein alami di Amerika Utara, maka dipastikan jejak tersebut berasal dari kopi dan obat-obatan.

Berbagai penelitian sebelumnya telah mengungkap jejak kafein di sistem pembuangan limbah di perkotaan. Namun kali ini sampel dari pedesaan juga menunjukkan adanya jejak kafein kafein dalam rentang 0,032-0,662 mikrogram perliter.

Baca juga: Kopi Diperbolehkan Untuk Berbuka Puasa, Namun Perhatikan Hal-hal Ini

Temuan ini lalu dikaitkan dengan dampak pada kehidupan alam liar. Kerang-kerang di pesisir Oregon dan San Diego dipaksa menggunakan energinya untuk menghasilkan protein yang melindungi DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) pada paparan tingkat rendah. Namun pada paparan yang lebih tinggi, kerang-kerang ini berhenti memproduksi protein.

"Mereka begitu tertekan pada tingkat sel sehingga tidak dapat melindungi DNA mereka," kata sang peneliti, Elise Granek dari Portland State University seperti dikutip dari Newsdeeply.

Baca juga: Kata Pakar, Begini Aturan Minum Kopi untuk Pengidap Sakit Mag (up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT