Beda Stadium, Beda Treatmentnya Untuk Pasien Kanker Serviks (2)

Beda Stadium, Beda Treatmentnya Untuk Pasien Kanker Serviks (2)

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Senin, 12 Jun 2017 17:12 WIB
Beda Stadium, Beda Treatmentnya Untuk Pasien Kanker Serviks (2)
Sebagian besar pengidap kanker serviks datang ke dokter sudah stadium lanjut
Jakarta - Pemilihan treatment untuk pasien kanker serviks adalah hal penting untuk dijadikan taktik menaklukan penyakit ini. Ditulis cancer.org, Senin (12/6/2017), pengobatan yang dipilih ternyata juga melewati beberapa pertimbangan.

Pertimbangan tersebut bisa muncul dari keinginan pengidap kanker, maupun tindakan medis yang memang harus diambil ketika dibutuhkan. Berikut ini adalah beberapa pilihan dalam melawan kanker serviks.

Baca Juga: Seperti Apa Ciri-ciri Kanker Serviks Seperti Dialami Jupe?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

5) Stage IIB, III dan IVA
Di ketiga tingkatan ini, terapi radiasi dengan disertai kemo adalah pengobatan yang sangat tepat dan sangat dianjurkan. Kemo yang diberikan dapat berupa kemo cisplatin atau cisplatin dengan flurorasil. Untuk radiasinya bisa menggunakan baik external beam radiation dan brachytherapy.

Biasanya, efek yang dirasakan pasien setelah kemoterapi adalah rasa mual, rambut mengalami kerontokan, mudah memar ketika terbentur benda, sesak napas, menopause, selalu merasa kelelahan. Sedangkan untuk efek radiasi, yang dirasakan pasien setelah radiasi adalah rasa terbakar, pembengkakan di kaki (lymphedema), dan juga rasa mual.

6) Stage IVB
Ketika seorang penderita kanker serviks sudah memasuki stadium IVB, pada saat itulah sel kanker sudah menyebar ke pembuluh darah serta bagian-bagian tubuh yang lain. Di stadium ini, pengobatan yang diberikan seperti kemo ataupun terapi radiasi akan mengurangi gejala yang timbul akibat penyebaran sel-sel kanker ke bagian-bagian tubuh yang lain. Perawatan ini juga bertujuan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker dalam tubuh.

Baca Juga: Ani SBY: Ketahuan Kanker Leher Rahim, Langsung 'Disolder'!

Obat-obatan yang biasanya diberikan kepada seorang penderita yang sudah memasuki stadium ini adalah cisplatin atau carboplatin, taxol, gemZar, atau topotecan. Obat bevacizumab dapat ditambahkan untuk proses kemoterapi.



7) Kanker kambuhan
Kanker yang kembali setelah pengobatan disebut kanker kambuhan. Kanker dapat kembali di atau dekat tempat pertama kali dimulai, seperti serviks, rahim atau di dekat organ panggul. Namun, justru bisa juga kembali ke daerah yang jauh (seperti paru-paru atau tulang).

Jika kanker telah kambuh di area panggul, operasi ekstensif (eksterior pelvis) bisa menjadi pilihan. Radiasi atau kemoterapi juga dapat digunakan untuk memperlambat pertumbuhan kanker atau membantu meringankan gejala.

Apabila kemo digunakan, sebaiknya pasien memahami tujuan dan keterbatasan terapi ini terlebih dahulu. Terkadang kemoterapi dapat meningkatkan kualitas hidup Anda, tapi bisa juga malah mengurangi kualitas hidup Anda. Anda perlu mendiskusikan lebih lanjut dengan dokter apabila memilih kemoterapi.

8) Kanker pada kehamilan
Kanker pada masa kehamilan jarang ditemui, namun bukan berarti tidak mungkin. Perawatan yang dipilih saat mengetahui kanker di saat kehamilan bergantung dari usia kandungan, stadium kanker serviks yang dialami, juga ukuran tumor yang ditemukan.

Jika kankernya masih pada tahap sangat dini, seperti karsinoma in situ (tahap 0) atau stadium IA, kebanyakan dokter memperbolehkan untuk melanjutkan kehamilan. Pengobatan akan dilakukan beberapa minggu setelah kelahiran. Pilihan operasi setelah kelahiran untuk kanker tahap awal mencakup hysterectomy, cone biospy, dan radical hysterectomy. (ajg/up)

Berita Terkait