Rabu, 14 Jun 2017 08:16 WIB

Harus Dilakukan Rutin, Begini Cara Kemoterapi Hadapi Sel-sel Kanker

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Obat kemoterapi harus diminum rutin. (Foto: Thinkstock) Obat kemoterapi harus diminum rutin. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Salah satu terapi pengobatan yang diberikan untuk pasien kanker adalah kemoterapi. Seperti apa ya cara kerja kemoterapi hancurkan sel kanker?

Menurut DR dr Nugroho Prayogo, SpPD-KHOM dari RS Kanker Dharmais, kemoterapi adalah salah satu dari terapi sistemik yang standar diberikan pada pasien dengan kanker.

"Mekanisme kerja kemoterapi itu sendiri adalah dengan menghancurkan sel dan merusak DNA-nya," ujar dr Nugroho dalam temu media Kalbe di Jakarta Selatan, Selasa (13/6/2017).

Baca juga: Ingin Deteksi Kanker Serviks, Berapa Biaya Pap Smear dan IVA? Cek di Sini

Target pada kemoterapi yakni DNA pada sel yang membelah dengan cepat. Sel kanker apabila sudah masuk dalam golongan berat mampu menyebar dalam pembuluh darah, dapat tumbuh lagi (kambuh) serta dapat tumbuh di organ lain alias metastasis.

dr Nugroho juga menjelaskan bahwa secara definisi kemoterapi adalah terapi dengan memasukkan senyawa kimia tertentu yang memiliki dua sifat: sitotoksik (toksik terhadap sel) dan antineoplasma (menghentikan pembentukan sel baru).

Kemoterapi menyerang ke dalam inti sel dan merusak DNA, akibatnya sel tersebut tidak mampu membelah dan akhirnya akan mati. Berbeda dengan terapi hormon dan anti-HER2 yang memiliki target selektif yakni reseptor, obat kemoterapi tidak memiliki reseptor khusus.

Yang menjadi target dari kemoterapi adalah sel kanker dan sel normal yang juga membelah dengan cepat. Termasuk di antaranya sel rambut, sel saluran pencernaan, bakal sel darah dan lain-lain. Inilah yang menyebabkan kemoterapi seringkali menimbulkan 'efek samping' seperti kebotakan.

Baca juga: Seperti Apa Ciri-ciri Kanker Serviks Seperti Dialami Jupe? (ajg/up)