Namun demikian gaya hidup manusia yang malas bergerak (sedentari) kini melihat tren orang-orang mulai mengurangi aktivitasnya di bawah sinar matahari. Nah bila suatu saat nanti ada yang sama sekali memutus paparan sinar matahari, kira-kira apa yang akan terjadi?
Baca juga: 5 Manfaat Paparan Sinar Matahari untuk Kesehatan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika sinar matahari tak lagi menyinari tubuh, hal utama yang akan terjadi adalah seseorang akan mulai kehilangan asupan Vitamin D. Banyak vitamin bisa diperoleh dari sumber makanan namun khusus untuk vitamin D sebagian besar manusia dapatkan dari produksi dalam tubuh lewat bantuan sinar matahari.
"Vitamin D penting untuk menjaga integritas tulang dan punya fungsi melindungi dari morbiditas kronis seperti diabetes dan penyakit kardivaskular. Vitamin D yang rendah dikaitkan oleh peneliti dengan kesehatan tulang yang buruk, multiple scelerosis, hingga kanker prostat," tutur Life Noggin dalam kanal resmi Youtube-nya seperti dikutip Rabu (21/6/2017).
Gaya hidup sedentari juga berdampak pada bokong! Simak dalam video Fun Fact berikut ini:
Selain untuk kesehatan fisik, paparan sinar matahari juga tampaknya cukup signifikan terhadap kondisi kesehatan mental. Studi melihat ketika orang banyak menghabiskan waktunya di luar ruangan di bawah sinar matahari maka ia bisa lebih merasa bahagia.
Saat matahari tidak bersinar cerah, ada kondisi di mana orang-orang bisa terperangkap dalam kondisi merasa tidak bersemangat atau depresi ringan yang bernama seasonal affective disorder.
"Jadi bila semua ini digabungkan, hidup bisa jadi jauh lebih buruk bila Anda tidak pernah mendapat paparan sinar matahari," tutup Life Noggin.
Baca juga: Sedang Sedih Jangan di Rumah Saja, Sinar Matahari Bikin Happy Lho
(fds/up)











































