Jumat, 30 Jun 2017 14:47 WIB

Peneliti Inggris: Air Liur Kutu Bisa Cegah Penyakit Jantung Mematikan

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Air liur kutu diklaim peneliti Inggris dapat dimanfaatkan untuk mencegah penyakit jantung mematikan yang lazimnya terjadi pada anak muda. (Foto: ilustrasi/thinkstock) Air liur kutu diklaim peneliti Inggris dapat dimanfaatkan untuk mencegah penyakit jantung mematikan yang lazimnya terjadi pada anak muda. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta - Selain menjijikkan, air liur kutu diketahui dapat menularkan infeksi dan mengandung protein yang dapat memicu reaksi alergi. Namun peneliti Inggris menemukan khasiat khusus di dalam air liur ini.

Adalah peneliti dari Oxford University yang menemukan bahwa air liur kutu mengandung protein yang luar biasa untuk menghentikan peradangan pada jantung. Peradangan pada jantung selama ini dikenal dapat mengakibatkan myocarditis, penyakit jantung mematikan yang umumnya menyerang anak muda.

Protein inilah yang menyebabkan kutu bisa menggigit manusia ataupun hewan tanpa kita sadari. Menurut peneliti, protein dalam air liur kutu tersebut mencegah peradangan dengan cara menetralisir senyawa kimia yang disebut 'chemokines' pada inang atau yang dihinggapi kutu.

Secara kebetulan, myocarditis terjadi karena chemokines dilepaskan di dalam jantung dan menyebabkan peradangan pada otot-otot organ vital ini.

Persoalannya, proses terjadinya pelepasan senyawa kimia hingga memicu peradangan pada pasien myocarditis sulit untuk dideteksi. Tahu-tahu yang bersangkutan mengalami gagal jantung, dan sebagian di antaranya membutuhkan transplantasi alias cangkok jantung.

Untuk itu, peneliti dari Oxford berharap protein yang terkandung dalam air liur kutu dapat dimanfaatkan untuk mencegah atau menghentikan efek chemokines ini.

Baca juga: Cacat Jantung Tersembunyi di Balik Tubuh Gagah dan Atletis

Peneliti mencatat air liur kutu mengandung lebih dari 3.000 jenis protein, meski jumlah ini masih bergantung pada spesies kutu itu sendiri.

Proses ekstraksi air liurnya tidak dilakukan secara manual, melainkan hanya dengan mengambil proteinnya saja, kemudian ditumbuhkan di atas ragi. Dengan cara ini, peneliti mengaku dapat memperbanyak protein dari air liur kutu dalam jumlah besar.

"Myocarditis selain sulit terdeteksi, obatnya pun masih sangat sedikit. Jadi dengan temuan ini kami berharap bisa merancang terapi atau pengobatan untuk orang yang mengalaminya," tutur ketua tim peneliti, Prof Shoumo Bhattacharya seperti dilaporkan BBC.

Ke depan, peneliti juga mengatakan obat dari air liur kutu ini bisa dimanfaatkan untuk mengobati penyakit lain yang sama-sama dipicu oleh peradangan organ semisal serangan jantung, stroke, pankreatitis (radang pankreas) dan arthritis (radang persendian).

Kendati demikian, peneliti masih membutuhkan waktu lama untuk mengembangkan obat ini sampai akhirnya dapat dipergunakan pada manusia.

Baca juga: Dikaitkan dengan Kasus Dokter Stefanus, Apa Sih Brugada Syndrome? (lll/lll)
News Feed