Senin, 10 Jul 2017 07:10 WIB

Catat! Ini 5 Dasar Hidup Sehat untuk Kendalikan Penyakit Autoimun

Suherni Sulaeman - detikHealth
Penyakit autoimun dapat dikendalikan dengan gaya hidup sehat. (Foto: Ilustrasi/Thinkstock) Penyakit autoimun dapat dikendalikan dengan gaya hidup sehat. (Foto: Ilustrasi/Thinkstock)
Jakarta - Menurut pakar autoimun, Dr dr Iris Rengganis SpPD, KAI mengatakan bahwa penyakit autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh yang error, di mana seharusnya bertugas melindungi tubuh, namun berbalik menyerang tubuh. Itu berarti autoimun dapat mengganggu aktivitas seseorang jika tidak ditangani dengan baik.

Diutarakan dr Iris, sapaan akrabnya, penyebab penyakit autoimun belum diketahui sampai sekarang. Tetapi berbagai teori mengatakan faktor lingkungan amat mempengaruhi terjadinya penyakit autoimun.

"Kalau boleh jujur penyebab autoimun kita belum tahu sampai sekarang. Tetapi berbagai macam teori, genetik bisa iya bisa tidak. Tapi lingkungan sangat mempengaruhi," terang dr Iris saat acara peluncuran buku 'Autoimmune The True Story' di APL Tower 41st floor, Central Park, Jakarta Barat.

Namun, lebih lanjut dr Iris menjelaskan, ada cara-cara yang ditengarai ampuh untuk mengendalikan penyakit autoimun, yaitu dengan menerapkan LDHS atau lima dasar hidup sehat agar pasien tak selamanya bergantung pada obat.

Baca juga: Memar-memar Dikira 'Cubitan Setan', Ternyata Marisza Kena Penyakit Autoimun ITP

"Utama buat saya sih diet, hindari daging merah, gluten, walaupun sulit sekali. Gluten itu penting sekali dihindari. Makanan manis, makanan pengawet, makanan kaleng. Tapi di Indonesia sulit ya, jadi dikurangi saja," tutur dr Iris, yang juga penyintas autoimun tersebut.

"Yang kedua olahraga 30 menit apa saja. Kalau saya jalan saja, yang lain mungkin bisa berenang. Yang penting jangan yang high impact," sambung ketua pengurus besar Perhimpunan Alergi-Imunologi Indonesia (PERALMUNI) ini.

Kemudian yang ketiga, kata dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo ini, adalah gaya hidup. Tidak dianjurkan tidur larut malam karena sirkulasi tubuh sudah berubah.

"Seharusnya 8 jam, kalau tidak bisa setidaknya 6 jam. Tapi siang kalau bisa ambillah waktu tidur. Jangan sampai lebih dari jam 12 malam," dr Iris mengingatkan.

Baca juga: Dokter: Komunitas Bisa Bantu Pasien Autoimun Hadapi Stres

Di antara itu semua, ada hal yang paling sulit untuk dilakukan yaitu manajemen stres. Tetapi stres bisa dikelola asal tahu cara yang benar seperti apa. Selain itu juga harus membangun semangat agar tetap berdaya di tengah masyarakat.

"Harus bangkit, jangan hanya jalan di tempat. Itu nggak akan menolong. Dokter membantu tapi kita berserah pada Allah. Semangat harus ada. Jadi jangan pernah memperlihatkan kalau kita AI (autoimun). Perlihatkan bahwa kita sama pada orang yang sehat," tutur dr Iris.

Terakhir atau kelima adalah terus belajar, seperti bergabung dengan komunitas untuk sharing atau membagi pengalaman ke sesama penyintas autoimun. Selalu hidup positif, jangan bersedih karena jika demikian sistem imun akan menurun.

"Jangan berpikir negatif dan jangan bersedih. Kalau nangis, obat nggak lepas-lepas. Kalau marah-marah, orang autoimun tuh akan langsung kambuh. Jadi harus tetap senyum, kalau kita tertawa justru imun naik," pungkas dr Iris.

Baca juga: Kasus Langka! Sistem Imun Wanita Ini Menyerang Otaknya Sendiri (hrn/up)
News Feed