Selasa, 11 Jul 2017 09:25 WIB

Kisah Anisa, Bocah Penyintas Autoimun Langka yang Inspiratif

Suherni Sulaeman - detikHealth
Anisa, salah satu pengidap penyakit autoimun beserta ibunya, Novy Ferdiansyah. (Foto: Suherni Sulaeman/detikHealth) Anisa, salah satu pengidap penyakit autoimun beserta ibunya, Novy Ferdiansyah. (Foto: Suherni Sulaeman/detikHealth)
Jakarta - Anisa, putri sulung dari pasangan Gusfikar Ferdiansyah dan Novy Ferdiansyah pada Agustus tahun lalu didiagnosis mengidap penyakit autoimun. Bersama orang-orang terkasih, Anisa dan keluarga melakukan berbagai usaha. Seperti apa kisahnya? Simak selengkapnya di sini.

"Anisa terdiagnosa awal itu hampir 1 tahun yang lalu, Agustus 2016. Pada saat itu muncul memar-memar di kaki, di tangan yang semakin banyak. Saya pikir terbentur atau bagaimana. Sampai akhirnya saya periksa ke dokter di Lampung, di sana dicek darah, kemudian diagnosa awal itu ITP (Idiopathic Thrombocytopenic Purpura)," tutur ibu kandung Anisa, Novy Ferdiansyah.

Tak cukup sampai di situ, karena kondisi hemoglobin, trombosit, serta leukosit diketahui rendah, gadis kelahiran 28 September 2005 ini kemudian dirujuk ke rumah sakit di Jakarta untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. Dari hasil tersebut ditemukan diagnosis kedua yaitu anemia aplastik.

"Tapi di situ ditemukan lagi histiosit yang tinggi, jadi semakin bingung, jadi apa diagnosanya," kenang Novy.

Setelah kembali ke Lampung, Anisa mengalami haid pertama. Diceritakan Novy, haid pertama Anisa sangat membludak alias tidak sewajarnya. Normalnya siklus haid berselang satu minggu, namun Anisa bisa sampai dua minggu hingga satu bulan.

Ketika itu, selama 2 bulan Anisa harus bolak balik masuk rumah sakit untuk transfusi darah. Karena kondisinya yang tak biasa, adik Novy yang tinggal di Jakarta berinisiatif mencari tahu dan akhirnya menemukan sebuah yayasan bernama Marisza Cardoba Foundation yang menangani kondisi ini. Tak pikir panjang, Novy lantas bergabung lewat grup Whatsapp. Di grup tersebut Novy dikenalkan pada LDHS atau lima dasar hidup sehat.

Baca juga: Idap Penyakit Autoimun, Gadis Ini Alami Kebotakan di Usia 20 Tahun
Kisah Anisa, Bocah Penyintas Autoimun Langka yang InspiratifAnisa sebelum dan setelah menjalani pengobatan dengan methyl dan menerapkan LDHS. (Foto: dok. pribadi)

"Di situ saya dikenali dengan LDHS, pola makan sehat, pola pikir sehat, semua serba sehat pokoknya. Saya terapkan ke anak saya, sangat-sangat disiplin," tuturnya.

Bahkan saat di rumah sakit pun, lanjut Novy, makanan rumah sakit tidak Anisa makan. Begitu juga di sekolah, Novy tidak akan membiarkan Anisa tergoda dengan makanan-makanan yang diragukan kandungan nutrisinya.

"Jadi saya bekali dia buah-buah. Buka puasa bersama, jalan sama teman pun dia sama sekali nggak berani menyentuh makanan-makanan itu. Dengan pola makan seperti itu pendarahan di gusi tidak pernah lagi," aku Novy.

Novy menuturkan, berkat menjalankan pola hidup sehat, dulunya Anisa transfusi darah satu minggu sekali, sedangkan kini, hanya tiga bulan sekali.

"Alhamdulillah 3 bulan sekali. Sudah 3 bulan ini Hb-nya naik, dia sudah tidak minum obat sama sekali. Paling cek darah kalau Hb rendah ya transfusi, itu ajah," ucap Novy penuh syukur.

Meski kondisinya seperti ini, semangat Anisa untuk belajar di sekolah tetap menyala. Anisa juga terhitung sebagai murid berprestasi, buktinya ia selalu masuk peringkat 10 besar.

Baca juga: Memar-memar Dikira 'Cubitan Setan', Ternyata Marisza Kena Penyakit Autoimun ITP (hrn/up)