Seperti yang dikatakan oleh Benny Prawira, SPsi, pendiri komunitas cegah bunuh diri Into The Light kepada detikHealth bahwa perlu adanya perubahan cara berpikir mengenai kondisi mencari perhatian itu sendiri.
Baca juga: Sering Curhat, Bisakah Jadi Petunjuk Keinginan Bunuh Diri?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keseringan, kita berpikir mencari perhatian harus selalu dilakukan dengan cara dramatis seperti bunuh diri, tapi kenyataannya tidak selalu begitu. Meskipun bisa saja aksi bunuh diri yang dilakukan adalah memang salah satu bentuk teriakan ingin diperhatikan.
Tetapi, harus diwaspadai, ketika seseorang mulai sering berbicara kematian maka ini adalah tanda krusial seseorang yang bisa mengarah pada tindakan bunuh diri.
"Dan ini jadi masalah ketika kita ngomong 'kok ga mati-mati sih' emang kita ngarepin dia mati? Dia cerita terus dia lega, terus dia dihadapin masalah yang sama lagi dan dramatik lagi wajar dong," pungkasnya.
Baca juga: Mungkinkah Seseorang Bunuh Diri karena Terlilit Utang? (fds/fds)











































