Minggu, 23 Jul 2017 17:05 WIB

Aneh! Bukannya Rontok, Rambut Beruban Malah Jadi Hitam Akibat Terapi Kanker

Firdaus Anwar - detikHealth
Beberapa pasien kanker paru melaporkan rambut mereka yang beruban tiba-tiba saja kembali menghitam. (Foto: Thinkstock) Beberapa pasien kanker paru melaporkan rambut mereka yang beruban tiba-tiba saja kembali menghitam. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Studi yang dipublikasi di jurnal JAMA Dermatology melaporkan sebuah kejadian tak terduga ketika dokter di Spanyol melakukan pengujian obat imunoterapi baru untuk kanker. Sebanyak 14 dari 52 pasien kanker paru memiliki reaksi unik yaitu rambutnya yang beruban kembali menjadi hitam.

Obat kanker sendiri ada beragam, kemoterapi merupakan salah satunya dan terkenal karena memiliki efek samping keras membuat rambut rontok. Namun imunoterapi merupakan obat jenis baru yang berbeda oleh karena itu efek samping penggunaannya masih terus diteliti.

Baca juga: Stres Sebabkan Rambut Beruban? Ini Penjelasan Pakar

Pada jenis obat imunoterapi yang dipakai di Spanyol, peneliti melihat tampaknya obat dapat mengambalikan pigmen rambut beberapa pasien. dr Noelia Rivera dari Autonomous University of Barcelona mengatakan awalnya tim mengira ini cuma kebetulan, tapi kemudian ternyata jumlah pasien yang mengalaminya cukup banyak.

Pada 13 pasien rambut mereka yang tadinya abu-abu dilaporkan berubah menjadi kecoklatan atau hitam, sementara itu pada satu pasien hanya sebagian rambutnya saja yang menghitam. Menarik ketika obat imunoterapi yang sama pernah dilaporkan dalam studi lain dapat membuat pasien melanoma justru kehilangan warna rambutnya.

dr Noelia mengatakan tim dokter sendiri tidak tahu pasti bagaimana mekanisme kerja obat sehingga bisa menyebabkan fenomena tersebut. Perlu studi lebih lanjut untuk mengkonfirmasinya.

"Ini laporan yang menarik. Salah satu kejadian yang tak pernah bisa diduga," komentar dermatolog June Robinson dari Northwestern University seperti dikutip dari The Guardian, Minggu (23/7/2017).

Menurut Rivera obat imunoterapi yang digunakan dalam studi berbahaya bila dikonsumsi orang sehat. Namun bila memang terkonfirmasi obat dapat menyebabkan perubahan warna rambut maka peneliti bisa mengembangkan obat lain untuk uban.

Baca juga: Masih Muda Tapi Rambut Sudah Beruban? Bisa Jadi Ini Sebabnya

(fds/up)