Senin, 24 Jul 2017 17:11 WIB

Hindari Macet! Berkendara Lebih dari Dua Jam Bisa Turunkan Kecerdasan

Puti Aini Yasmin - detikHealth
Kemacetan parah di kota-kota besar membuat waktu tempuh jadi lebih panjang (Foto: Hasan Alhabshy)
Jakarta - Macet bisa terjadi di mana saja apalagi di kota besar seperti Jakarta. Bayangkan saja, jarak antara Pancoran-Mampang Prapatan yang tidak mencapai lima kilometer bisa memakan waktu hingga 45 menit. Sehingga tak jarang seseorang pada umumnya akan berkendara lebih dari dua jam dalam sehari.

Nah, baru-baru ini studi menunjukan bahwa berkendara lebih dari dua jam dalam sehari dapat menurunkan tingkat IQ (intelligence quotient) seseorang. Dalam studinya, peneliti melibatkan lebih dari setengah juta orang Inggris berusia 37-73 tahun selama lima tahun untuk diamati.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa seseorang yang mengemudi lebih dari dua jam mengalami penurunan IQ lebih cepat dibandingkan dengan orang mengemudi hanya sesekali dan yang tidak mengemudi sama sekali. Hal ini dikarenakan bahwa otak kurang aktif saat berkendara dalam waktu yang lama.

"Berkendara lebih dari dua atau tiga jam dalam sehari bisa berdampak buruk bagi jantung. Jadi, studi ini juga menunjukan bahwa hal tersebut buruk bagi otak mungkin karena otak kurang aktif," kata ahli epidemiologi di University of Leicester, Kishan Bakrania dikutip dari Daily Mail.

Baca juga: Ini Efek Buruk ke Otak Akibat Jalanan Macet

"Menyetir menyebabkan stres dan kelelahan. Sehingga studi menunjukan adanya kaitan antara mereka (stres dan kelelahan) dan penurunan kognitif," sambung Bakrania.

Sedangkan pada studi sebelumnya, Bakrania mengatakan bahwa otak yang tidak aktif dalam waktu yang lama dapat berdampak buruk pada kekuatan otak dan hal ini menunjukan hasil yang sama pada orang yang menonton televisi lebih dari dua jam dalam satu hari.

Sementara, penelitian dalam jurnal Journal Intelligence menyebutkan bahwa pada dasarnya IQ seseorang meningkat sebesar 20 poin dalam waktu 64 tahun. Hal tersebut dibuktikan dengan tes yang digunakan sebagai perbandingan, yaitu Raven's Progressive Matrices (RPM) pada 200 ribu partisipan dari 48 negara.

Baca juga: Stres Akibat Macet Saat Pulang Kampung? Ini Saran dari Dokter Jiwa

(up/up)