"Saya sudah dua kali kehilangan orang terdekat karena kanker serviks. Pertama sahabat saya Jupe, kemudian tante dari Sarwendah. Makanya saya mau belajar, untuk istri saya dan perempuan lainnya, agar bisa turut mensosialisasikan kepedulian terhadap kanker serviks," tutur Ruben dalam peluncuran Kampanye Publik Berbasis Digital #CegahKankerServiks oleh Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS), di Jakarta Pusat (14/8/2017).
Baca juga: Belum Menikah, Prilly Latuconsina Bersyukur Sudah Vaksin Kanker Serviks
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sering ketemu beberapa teman yang takut dengan kanker ini dan suami tidak tahu cara mensupport pasangannya, sementara itu penting. Kita (para suami) bisa support dengan membuat pesan berantai yang tidak menakut-nakutkan, bisa dengan Instagram atau Facebook. Tanpa kita ketahui suara kita bisa berpengaruh banyak," lanjut Ruben.
Harapannya, dukungan para pria bisa membantu mencegah kematian perempuan di Indonesia akibat kanker serviks yang saat ini terbilang cukup tinggi.
"Wanita Indonesia harus disupport oleh para suaminya agar bisa mencegah kanker serviks. Dengan demikian, mudah-mudahan tingkat kematian akibat kanker serviks bisa berkurang dari angka 30 lebih wanita setiap harinya," tutup Ruben.
Menurut data Globocan yang dirilis 'WHO/ICO Information Centre on HPV and Cervical Cancer' tahun 2012, ada satu dari 1.000 perempuan Indonesia meninggal karena kanker serviks setiap satu jam. Kanker ini sangat bisa dicegah dengan vaksinasi HPV di usia dini dan skrining rutin bagi perempuan yang sudah aktif seksual.
Baca juga: Kalau Bisa Dicegah, Kenapa Kanker Serviks dan Payudara Masih Mematikan? (fds/fds)











































