Hal ini diungkap oleh dr Julianne Holt-Lunstad, profesor psikologi dari Brigham Young University. Ia menyebutkan bahwa orang yang kesepian memiliki 50 persen peningkatan risiko kematian dini dibandingkan dengan orang yang memiliki hubungan sosial yang baik.
Dalam penelitiannya, dr Holt-Lunstad menilai dari 218 studi mengenai dampak kesehatan dari isolasi sosial dan kesepian. Studi tersebut melibatkan hampir empat juta orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Pesan Psikolog untuk Pemudik Jomblo Agar Tak Kesepian di Perjalanan
Selain itu, Ia juga memberi contoh realistis dari dampak kesepian. Misalnya pada bayi dalam perawatan yang tidak memiliki kontak dengan manusia akan mengalami gagal berkembang dan berisiko tinggi meninggal dunia.
Sementara, John Cacioppo, psikolog dari Universitas Chicago yang mempelajari efek kesepian, mempresentasikan penelitian beberapa waktu lalu dalam pertemuan Social Psychology and Perception di San Diego. Cacioppo menemukan bahwa kesepian terkait dengan pengerasan pembuluh darah yang menyebabkan tekanan darah tinggi, peradangan, bahkan gangguan belajar dan mengingat.
"Bahkan, lalat buah yang terisolasi memiliki kondisi kesehatan yang buruk dan lebih cepat mati dibandingkan lalat buah yang berinteraksi dengan lalat lain. Hal ini menunjukkan bahwa keterlibatan sosial mungkin telah terprogram dalam semua spesies," kata Cacioppo.
Baca juga: Merasa Kesepian? Ini Efek Jahatnya Bagi Kesehatan Tubuh (up/up)











































