ADVERTISEMENT

Sabtu, 26 Agu 2017 18:03 WIB

Diare Karena Gastroenteritis, Tidak Cukup dengan Minuman Elektrolit

Firdaus Anwar - detikHealth
Ketika seseorang diare karena gastroenteritis dianjurkan untuk menjaga kebutuhan cairan tubuhnya. Foto: iStock
Jakarta - Infeksi oleh bakteri, virus, atau pada saluran cerna dapat menyebabkan peradangan yang dalam dunia medis disebut gastroenteritis. Salah satu gejala dari gastroenteritis adalah diare dan saat itu seseorang sangat disarankan untuk menjaga kebutuhan cairan tubuhnya.

Pada anak-anak dan lansia diare ini bisa jadi berbahaya menyebabkan kematian karena dehidrasi parah. Pakar kesehatan pencernaan dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, FINASIM, mengatakan saat diare cairan gula garam (oralit) adalah pertolongan pertama yang terbaik.

Baca juga: Balita di Jatim Meninggal Akibat Penyakit Gastroenteritis, Apa Itu?

Sayangnya masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui hal tersebut. Beberapa mungkin bahkan menggunakan cairan lain seperti produk minuman elektrolit yang sering diiklankan bagus mengganti cairan tubuh.

"Prinsipnya kalau terjadi diare dia harus minum oralit. Minum minuman elektrolit aja itu enggak cukup untuk mengganti cairan yang hilang," kata dr Ari ketika dihubungi detikHealth pada Kamis (24/8/2017).

"Iklan itu harus diluruskan, kalau cairan elektrolit bukan untuk mengganti cairan tubuh karena diare," lanjutnya.

Ketika masalah dehidrasi sudah bisa diatasi dengan baik maka untuk gastroenteritisnya sendiri perlu penanganan oleh dokter. Obat antibiotik umumnya akan diberikan untuk melawan infeksi yang ada.

Baca juga: Jangan Asal Beri Oralit, Kenali Juga Derajat Dehidrasi Saat Anak Diare

(fds/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT