Senin, 28 Agu 2017 12:35 WIB

Ahli Gizi Sebut Keberadaan Beras Plastik Tidak Masuk Akal

Aisyah Kamalia - detikHealth
Dalam video ditunjukkan nasi yang terbuat dari plastik dapat dikepal seperti bola dan membal. (Foto: Dwi Andayani/detikcom) Dalam video ditunjukkan nasi yang terbuat dari plastik dapat dikepal seperti bola dan membal. (Foto: Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta - Di media sosial belakangan beredar beberapa video yang menyebut ada beras terbuat dari plastik. Di dalam video ditunjukkan nasi dari beras tersebut bisa dikepal-kepal hingga berbentuk bola lalu memantul ketika dilempar.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sendiri sebetulnya sudah memberikan klarifikasi bahwa isu beras plastik itu adalah hoax. Memang ada beras yang tinggi kandungan amilosa dan amilopektinnya sehingga mudah dibentuk menjadi bola.

Baca juga: Nasi Dikepal Bisa Membal, Tandanya Mengandung Plastik? Ini Kata BPOM

Menambahkan sanggahan dari BPOM, Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia Profesor Hardinsyah mengatakan ada beberapa alasan mengapa isu beras plastik tidak masuk akal. Alasan pertama adalah plastik termasuk zat yang tidak bisa dicerna, oleh karena itu seharusnya beberapa kasus korban sudah muncul bila memang ada.

"Akan berisiko besar, konsumen terganggu pencernaan dan kesehatannya karena tidak aman tidak bisa dicerna," ungkap Prof Hardiansyah kepada detikHealth dan ditulis Senin (28/8/2017).

Alasan kedua adalah beras dari plastik tidak menguntungkan secara ekonomi bagi sang pemalsu. Prof Hardinsyah menjelaskan biaya bahan baku biji plastik bisa sekitar Rp 15 ribu sampai 26 ribu per kilogram, belum lagi ditambah biaya pengolahannya. Jumlah biaya tersebut lebih mahal dari beras biasa.

"Kalau mau menipu dan meraup untung tidak mungkin dari bahan pengganti yang lebih mahal," kata Prof Hardin.

Baca juga: Masyarakat Diresahkan Peredaran Beras Plastik (fds/mrs)