Kamis, 31 Agu 2017 13:10 WIB

Fakta Tinnitus yang Ditonjolkan dalam Film Baru Baby Driver

Erika Kurnia - detikHealth
Aktor Ansel Elgort memainkan peran seorang penyandang tinnitus. (Foto: Baby Driver (imdb)
Jakarta - Film baru Hollywood Baby Driver yang akan segera tayang di Indonesia, diperankan oleh aktor muda tampan Ansel Elgort yang lagi-lagi berperan sebagai seorang difabel. Jika sebelumnya ia menjadi penderita kanker di Film The Fault in Our Stars, kali ini ia menjadi seseorang yang menderita tinnitus.

Karakter Baby yang diperankan Ansel menderita tinnitus setelah kecelakaan mobil. Tinnitus yang dialaminya membuat telinganya berdering secara konstan sehingga ia harus selalu mendengarkan musik dari iPod-nya untuk meredam suara mengganggu tersebut.

Hal ini menarik diketahui karena pengalaman setiap penderita tinnitus bervariasi. Namun, satu hal yang sama adalah adanya gejala dengingan yang konstan pada telinga penderita, baik sesaat atau jangka panjang saat sudah menjadi kronis.

Baca juga: Suara Cempreng untuk Terapi Kuping Berdenging

Dikutip dari laman Concequenceofsound, Kamis (31/8/2017), paparan suara keras yang terlalu lama bisa merusak sel-sel getar di saluran pendengaran dan menyebabkan tinnitus, menurut Sal Gentile, dari American Tinnitus Association (ATA).

"Setiap kali Anda mendengar musik, rumput diinjak, sel getar ini tidak dapat berdiri lagi atau dengan kata lain berfungsi. Mereka membungkuk sepenuhnya, seperti huruf C! Terkadang reseptor untuk seluruh rentang suara bisa rusak dan menciptakan celah. Celah yang terisi tersebut pun tidak bisa memproses suara dan memicu dering yang mengganggu," jelas Gentile.

Dering mengganggu yang mengisi telinga ini biasanya semakin menjadi ketika penderita terus memikirkannya. Untuk mengalihkan gangguan ini, mendengarkan musik seperti yang dilakukan karakter Baby adalah salah satu solusinya.

Baca juga: Suka Dengarkan Musik Keras-keras? Hati-hati, Telinga Bisa Kena Tinnitus

"Anda bisa mengimbangi dering mengganggu pada tinnitus dengan sinyal suara berbeda yang membuat otak lebih mudah mengalihkan fokus Anda ke hal yang lain. Musik melibatkan sistem limbik, yang mengatur emosi kita. Itu sebabnya mendengarkan musik lebih bermanfaat bagi sebagian penderita. Ini membantu mereka lebih rileks dan fokus," tambah Dr. LaGuinn Sherlock dari asosiasi yang sama.

Perlu diketahui, tinnitus bisa muncul pada orang yang sudah tua karena penuaan. Namun, faktor trauma pendengaran sampai genetik juga bisa membuat tinnitus diderita oleh mereka yang lebih muda. (fds/fds)