Jumat, 08 Sep 2017 16:05 WIB

Keren! Idap Autisme Tak Halangi Mimpi Brittany Jadi Atlet Tenis

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Sekilas tak ada yang berbeda dari Brittany Tagliareni. Namun siapa sangka, petenis cantik ini ternyata seorang pengidap autisme. Foto: BrittanyTagliareni.com Sekilas tak ada yang berbeda dari Brittany Tagliareni. Namun siapa sangka, petenis cantik ini ternyata seorang pengidap autisme. Foto: BrittanyTagliareni.com
Jakarta - Sekilas tak ada yang berbeda dari Brittany Tagliareni. Namun siapa sangka, petenis cantik ini ternyata seorang pengidap autisme.

Sehari-harinya, Brittany membutuhkan bantuan untuk menguncir rambut hingga mengikat tali sepatu. Namun begitu ia masuk ke lapangan tenis, Brittany berubah menjadi seorang atlet tenis yang handal.

"Orang-orang menerimaku apa adanya, dan tenis adalah sesuatu hal yang bisa aku lakukan dengan baik, dan aku menyukainya, terlebih ketika aku bisa mengalahkan pria," ujar gadis 26 tahun ini, dikutip dari CNN.

Baca juga: 7 Kisah Sukses Penyandang Autis Paling Terkenal di Dunia

Brittany Tagliareni adalah petenis profesional yang mengidap autisme.Brittany Tagliareni adalah petenis profesional yang mengidap autisme. Foto: BrittanyTagliareni.com


Sang ibu, Catherine Tagliareni, mengaku memang saat bayi, Brittany sudah menunjukkan tanda-tanda keterlambatan perkembangan. Brittany tidak pernah belajar merangkak dan berbicara.

Kata pertamanya baru diucapkan saat ia berumur 6 tahun. Di usia 9 tahun, ia positif didiagnosis mengidap autisme sekaligus apraksia dan dyspraksia, gangguan yang membuatnya sulit mengontrol gerakan tubuh dan menangkap kata lewat telinga.

Namun sang ibu tak pernah putus asa. Bahkan ia mencoba mengenalkan Brittany kepada berbagai macam jenis kegiatan, termasuk tenis. Keinginan bermain tenis Brittany muncul setelah melihat sang kakak, A.J, bermain tenis.

Baca juga: Cerita Chris, Baru Sadar Dirinya Memiliki Autisme di Usia 33 Tahun

"Aku senang bermain tenis karena ini sangat menyenangkan. Aku bisa bertemu dengan banyak orang dan mendapat hadiah jika memenangi turnamen," tutur Brittany.

Sang pelatih, Vladimir Obradovic, mengatakan autisme yang diidap Brittany tak menghalanginya untuk tampil memukau di lapangan. Sederet turnamen sudah pernah dimenangkannya, mulai dari Atheltes Without Limits, International Federation for Intellectual Disability Sport World Tennis Championships hingga Special Olympics.

Mengidap autisme tidak membuat Brittany Tagliareni putus asa. Ia bahkan berprestasi di kejuaraan tenis dunia.Mengidap autisme tidak membuat Brittany Tagliareni putus asa. Ia bahkan berprestasi di kejuaraan tenis dunia. Foto: BrittanyTagliareni.com


Apa yang berhasil dilakukan Brittany adalah bukti bahwa semua orang bisa menggapai mimpinya jika mereka berusaha. Itulah pesan yang selalu disampaikan Catherine ketika orang-orang bertanya soal anaknya.

"Ketika ia masih muda, banyak yang mencemoohnya, mengatakan ia tidak akan sukses di tenis. Tapi aku bersyukur hingga saat ini ia bisa melakukannya lebih baik daripada sebagian besar orang normal," urainya.

"Tenis tidak hanya memberi Brittany semangat untuk hidup, namun juga dorongan bagi dirinya untuk menjadi lebih terbuka dan lebih sosial terhadap orang lain dan lingkungan sekitar," tutup Catherine.

Baca juga: Temple Grandin, Jatuh Bangun Karena Autis Lalu Jadi Profesor

(mrs/up)
News Feed