"Kami tidak dapat memprediksi bagaimana perubahan dalam indera dapat mempengaruhi aktivitas yang kita anggap sangat penting, seperti berjalan, bergerak, dan hidup," demikian kata Jayant Pinto, Profesor Bedah di University of Chicago, seperti dilansir dari Indian Express.
Studi yang dipublikasikan secara online di Journal of American Geriatrics Society, tim peneliti menemukan bahwa orang dengan disfungsi sensorik yang buruk akan bergerak lebih lambat dan mengalami kesulitan besar dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Dalam lima tahun kemudian, orang yang sama mengalami gangguan sensorik memiliki lebih banyak cacat fisik dan kognitif, bahkan berisiko kematian yang lebih tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: 10 Penyebab Kematian Terbesar di Dunia (1)
Dalam penelitian tersebut, para peneliti menggunakan alat yang divalidasi dan mengendalikan faktor-faktor yang dapat memengaruhi hasil seperti demografi, tingkat pendidikan, penggunaan narkoba dan alkohol, dan berat badan.
Para peneliti juga meneliti secara terpisah dari kehilangan sensorik yang disebabkan oleh faktor lingkungan, seperti paparan suara keras yang menyebabkan pendengaran buruk. Hal ini memungkinkan peneliti mengukur kerusakan sensorik sebagai fungsi penuaan sendiri. Kerusakan sensorik dapat mengetahui tentang mekanisme yang mendorong hasil kesehatan terkait dengan penuaan.
"Tampaknya ada satu atau lebih proses fisiologis penuaan yang spesifik yang sejauh ini tidak diketahui yang menjelaskan bagaimana kelima indera tersebut menurun bersama," kata Pinto.
Baca juga: 10 Penyebab Kematian Terbesar di Dunia (2) (hrn/up)











































