Selasa, 17 Okt 2017 18:05 WIB

Serangan di Suriah Luluh Lantakkan Gudang Vaksin, Anak-anak Terancam

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi: thinkstock
Jakarta - Pada Jumat lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menerima laporan bahwa terjadi penyerangan pada sebuah ruang vaksin di fasilitas kesehatan di al-Mayadin, dekat dengan Deir al-Zor di Suriah bagian timur.

Serangan ini menghancurkan lebih dari 130 ribu vaksin. 100 ribu vaksin measles, 35 ribu vaksin polio, dan ditambah alat suntik serta peralatan lainnya.

"Kami tegas mengutuk tindakan ini. Vaksin bukan sasaran perang yang sah," tegas perwakilan WHO di Suriah, Elizabeth Hoff yang dikutip dari Reuters, Selasa (17/10/2017).

Baca juga: Kemenkes Optimis Cakupan Vaksin MR di Jawa Capai 95 Persen

Menurut WHO, serangan tersebut bisa mengancam ribuan anak di Suriah, karena bersiko terkena penyakit menular yang cukup serius. Kemungkinan besar penyakit tersebut akan menyebar dengan cepat dan menjadi daerah pandemik.

"Sampai sebuah ruangan pendingin baru dibangun dan peralatan lain yang dibutuhkan, termasuk pendingin dari surya, kotak pendingin dan pembawa vaksin, ini akan menunda imunisasi rutin untuk anak-anak yang rentan di daerah tersebut," jelas Hoff.

Polio dan measles (campak) adalah penyakit yang cenderung mudah menyebar di zona perang karena cakupan vaksin yang rendah dapat menyebabkan kesenjangan dalam kekebalan populasi. Hal ini memudahkan anak-anak menjadi terinfeksi.

Baca juga: Mengenal Vaksin MR, Pengganti MMR yang Stoknya Sudah Lama Kosong

(wdw/up)