Walau telah turun-temurun, tanaman obat ini sempat hilang dari budaya masyarakat setempat. Pemerintah Sulawesi Utara berupaya untuk menjaga masyarakatnya tetap sehat dengan membudidayakan budaya tanaman obat keluarga ini.
"Untuk itu harus ada komitmen dari pemerintah desa dahulu. Kalau pemerintah desa komitmen, pasti masyarakat mengkuti," ujar Kepala Bidang Kesehatan Dinas Kesehatan Sulawesi Utara, dr Lidya Tulus kepada detikHealth baru-baru ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dr Lidya, masyarakat dan pemerintah desa ini sangat kooperatif untuk menjaga kesehatan dengan menanam dan mengonsumsi obat tradisional untuk keluarganya.
"Puskesmas yang membina masyarakat di sini. Untungnya hukum tua (kepala desa) di sini sangat care akan kesehatan masyarakat supaya masyarakatnya tetap sehat," jelasnya.
Dengan program ini, masyarakat di desa ini bisa menjadi lebih produktif, apalagi para lansianya. Oleh karena itu, angka harapan hidup lansia terbilang cukup tinggi.
"Lebih lagi di sini program untuk lansia begitu banyak. Lansia umur hidupnya panjang, bisa lihat oma-omanya masih produktif. Mereka bukan lansia-lansia yang dirawat di panti. Malah mereka masih bekerja," tutup dr Lidya.
Baca juga: Yuk, Mengenal Herbal Khas Indonesia Sambil Piknik di Tawangmangu
(wdw/up)











































